• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Target China Zero Karbon 2060 Memicu Risiko Kredit Industri Batubara

by Redaksi Asiatoday
June 4, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Target China Zero Karbon 2060 Memicu Risiko Kredit Industri Batubara

Pengembangan energi hijau di China. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk mencapai target zero karbon 2060.

Namun kondisi ini disadari akan membutuhkan perubahan drastis dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sektor keuangan dapat berkontribusi untuk tujuan ini tanpa membahayakan stabilitas keuangan.

Perbankan di China pun mulai membahas skenario untuk menarik pembiayaan ke industri dengan tingkat emisi tinggi guna menghindari risiko kredit.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Zhou Xuedong, Wakil Presiden Eksekutif di China Development Bank, mengatakan lembaga keuangan perlu mendukung perusahaan batubara dan baja untuk meningkatkan teknologi mereka guna mengurangi emisi, bahkan saat perbankan menghentikan pembiayaan perluasan kapasitas lebih lanjut.

“Industri emisi tinggi ini memiliki kredit luar biasa yang signifikan dan keluarnya pembiayaan yang terlalu cepat dapat menyebabkan kerusakan aset bank,” kata Zhou dalam Forum Keuangan Internasional di Beijing dikutip dari Bloomberg, Sabtu (29/5/2021).

Menurutnya, ini adalah proses bertahap. “Penarikan pembiayaan yang tergesa-gesa kepada perusahaan batubara akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dan bank yang telah meminjamkan kepada mereka,” ungkap Liu Jin, Presiden Bank of China, di panel yang sama.

Bank harus memberikan pembiayaan untuk transformasi hijau perusahaan saat mereka menarik kembali dukungan kredit, katanya. (ATN)

Tags: Bank Of ChinaChinaEmisi Karbon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.