• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Tekan Emisi Karbon, Indonesia Terima Rp800 Miliar

by Redaksi Asiatoday
July 7, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tekan Emisi Karbon, Indonesia Terima Rp800 Miliar

Emisi karbon di Udara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia menerima dana USD56 juta atau sekitar Rp800 miliar karena berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Sebanyak 11 juta ton emisi GRK berhasil dihilangkan sejak 2016 hingga 2017.

“Dengan capaian itu, pada 2 Juli 2020 sudah ada joint consultation group dari Indonesia, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehidupan, Wakil Menteri Luar Negeri, dan  Dubes Norwegia. Disepakati 11 juta ton atau senilai dana USD56 juta atau Rp800 miliar itu yang terkait pembayaran prestasi komitmen Indonesia terhadap GRK,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Menurut Siti, prestasi itu bukti Indonesia serius dan komitmen menurunkan emisi GRK. Hal ini pun sesuai pada Pasal 28 huruf H UUD 1945 bahwa seluruh warga negara Indonesia punya hak untuk mendapat lingkungan yang bersih.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Dana yang diterima akan disalurkan ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kementerian Keuangan. Dana itu akan digunakan untuk pemulihan lingkungan

“Investment plan disusun, sedang dilihat oleh ahlinya, yang paling penting dipakai untuk pemulihan lingkungan pembibitan mangrove pemulihan gambut, atau penyelesaian lahan kritis,” jelasnya.

Tahun ini, pemerintah memiliki target akan menurun GRK sebesar 26 persen dan 29 persen di 2030. Target ini sesuai dengan Konferensi Perubahan Iklim yang sudah diratifikasi pada 2015.

“Pada tahun 2017 kita sudah menurunkan 24,7 persen, penurunan emisi dari kegiatan masyarakat, swasta, dan pemerintah. Tahun 2018 ada trouble, tahun 2020 kita kerja keras. Saya optimistis 2020 bisa 26 persen,” tandasnya. (ATN)

Tags: Emisi KarbonGas Rumah KacaGlobal WarmingKemenlhkKerjasama Indonesia-NorwegiaPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.