ASIATODAY.ID, JAKARTA – Besarnya dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh tambang batu bara, membuat Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah tegas.
Pemerintah melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mendorong agar penggunaan batu bara dihapuskan dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, batu bara turut menyumbang terjadinya perubahan iklim yang ekstrem.
Menueut Siti, beberapa negara sudah fokus untuk mengurangi pemakaian batu bara. Bahkan, mayoritas menargetkan pada 2050 sudah tidak lagi menggunakan batu bara.
“Saya lagi berunding ke Menteri ESDM pak Jonan, kita berani berapa persen tidak pakai batu bara,” terang Siti disela kegiatan Festival Iklim, di Gedung KLHK, Jakarta, Rabu (2/10/2019).
Siti menyadari, untuk membuat Indonesia 100 persen terbebas dari ketergantungan terhadap batu bara, memang sulit dihentikan. Namun Presiden Joko Widodo telah meminimasilisasinya dengan kebijakan mewajibkan penggunaan biodisel 20 persen (B20) pada sektor-sektor tertentu.
“Akan berkembang ke B30 dan kemungkinan ke B50, B80 dan seterusnya. Itu artinya biodiesel dengan campuran untuk energi,” imbuhnya.
Selain itu, ia menyebut Kementerian ESDM telah menggalakkan pemanfaatan energi matahari melalui pengunaan panel surya.
“Sekarang di kantor-kantor sudah diminta sama Pak Menteri ESDM untuk dipasang panel surya, termasuk di KLHK,” tandasnya. (AT Netwotk)
,’;\;\’\’
