• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Tercemar Minyak, Biota Laut Perairan Kepulauan Seribu Terancam

by Redaksi Asiatoday
July 31, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tercemar Minyak, Biota Laut Perairan Kepulauan Seribu Terancam

Wisata Bahari di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Foto : Pigijo

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kawasan perairan laut Kepulauan Seribu, Jakarta kini tengah menghadapi ancaman akibat adanya pencemaran minyak mentah. Setidaknya, ada tiga pulau di daerah itu, terkena dampak. Selain para nelayan, pencemaran minyak juga dikhawatirkan akan mengancam biota laut.

Sejauh ini belum dipastikan sumber minyak mentah itu, namun dugaan sementara, pencemaran itu berasal dari tumpahan minyak mentah akibat kebocoran pipa milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Kerawang, Jawa Barat.

“Kami sudah periksa, ia benar tumpahan minyak sudah sampai di Kepulauan Seribu sejak Kamis kemarin (25/7/2019),” terang Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, Rabu (31/7/2019).

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Menurut Husein, beberapa pulau yang terkena dampak dari tumpahan minyak tersebut di antaranya Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Ayer. Bentuknya berupa gumpalan-gumpalan kecil berwarna hitam seperti aspal padat.

“Bentuknya bukan cairan, tapi berupa gumpalan kecil dan kalau terdampar di darat, begitu terkena matahari jadi mencair dengan warna hitam pekat,” jelasnya.

Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Sengketa Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rusliyanto mengatakan pencemaran minyak ini berpotensi menimbulkan dampak kerusakan lingkungan, salah satunya kerusakan dan kelangsungan hidup biota laut.

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hingga kini belum bisa memastikan siapa yang paling bertanggungjawab dari kasus kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai Cilamaya, Karawang, Jawa Barat itu.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan pihaknya masih melakukan penelitian. “Belum tahu, saya tidak berani bicara itu, karena itu harus dicek dulu, karena minyak itu kan juga bisa dicek fingerprint-nya. Jadi, kita bisa tahu bahwa minyak itu berasal dari mana tapi kita belum sampai ke situ,” kata Vivien kepada awak media di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Menurut Vivien, KLHK sampai saat ini tengah melakukan deliniasi (penarikan garis batas sementara suatu objek atau wilayah) untuk dilakukan pemulihan pascakebocoran minyak itu.

Selain itu, KLHK pun meminta Pertamina untuk segera melakukan penanganan kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di Karawang, Jawa Barat itu.

Sementara itu, di perairan Karawang yang merupakan lokasi kebocoran minyak mentah telah berdampak terhadap nelayan, petani tambak, serta lingkungan dan kesehatan warga setempat. Selain itu, produksi garam di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terhenti akibat tumpahan itu. Sekitar 100 hektare tambak garam di wilayah pesisir utara Karawang terpaksa harus menghentikan produksinya karena khawatir atas kebocoran minyak mentah. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Kepulauan SeribuKLHKLimbah MinyakPencemaran LautPHE ONWJTumpahan Minyak
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.