• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tesla Berkibar di China, Kini Siap Rambah Pasar Eropa

by Redaksi Asiatoday
October 20, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penjualan Global Tesla Kuartal III Capai 139.300 Unit, 2021 Ekspansi ke India

Mobil listrik Tesla. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Konfrontasi antara Amerika Serikat (AS) dan China tidak mempengaruhi stabilitas industri Tesla, produsen mobil listrik AS yang kini mengembangkan bisnis di China.

Bulan ini, Tesla Inc akan mengekspor sedan listrik Model 3 buatan China ke lebih dari 10 negara Eropa.

Tesla akan mengirimkan mobil dari pabrik Gigafactory Shanghai ke Jerman, Prancis, Italia, dan Swiss. Demikian seperti dilaporkan Reuters Senin (19/10/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Model 3 diproduksi di Giga Shanghai atau Gigafactory. Produk rakitan awal Model 3 dikirim pertama kali pada Desember 2019, hanya setahun setelah penilaian lokasi Gigafactory pada Desember 2018.

Saat ini, pabrik ini memproduksi 3.000 kendaraan per pekan dan telah merencanakan untuk sepenuhnya melokalkan rantai pasokan Cina pada akhir tahun ini. Pabrik ini juga akan memproduksi Model Y yang dijadwalkan mulai pengiriman pada Januari 2021.

Tesla sempat menutup Giga Shanghai sejak libur Tahun Baru Imlek akibat  penyebaran wabah Covid – 19. Akan tetapi, saat ini Tesla telah mengoperasikan fasilitas perakitan sedan Model 3.

BMW, salah satu kompetitor Tesla di segmen mobil listrik juga mulai mengirimkan BMW iX3 buatan pabrik Shenyang, China, ke sejumlah negara Eropa.

Uniknya, ketegangan antara Beijing dan Washington, justru melejitkan bisnis Tesla di China, dimulai dengan membuat pabrik di Shanghai hingga ekspor ke Eropa.

“Dukungan dari pemerintah China terhadap industri, perusahaan lokal yang inovatif dan pelanggan peka terhadap teknologi baru, menjadikan China pasar terbaik untuk kendaraan listrik,” kata Tesla.

Tesla akan memperluas produksi mobil, pengisian daya dan jaringan penjualan di China.

Perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu menjual lebih dari 11.000 sedan Model 3 di China pada bulan lalu. Mereka juga memperluas kapasitas produksi di pabrik Shanghai guna membuat Tesla Model Y. (Ant)

Tags: Industri Mobil ListrikTeslaTesla Model 3
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.