• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tragis, 3 Warga Sri Lanka Tewas Saat Berebut Bantuan Langsung Tunai Rp120 Ribu

by Redaksi Asiatoday
May 23, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tragis, 3 Warga Sri Lanka Tewas Saat Berebut Bantuan Langsung Tunai Rp120 Ribu

Negeri Sri Lanka. Ist

ASIATODAY.ID, COLOMBO – Nasib tragis dialami tiga wanita di Sri Lanka. Mereka tewas diinjak-injak saat berebut bantuan langsung tunai sebesar USD8 atau sekitar Rp120 ribu di Colombo, Sri Lanka pada Kamis (21/5/2020).

Peristiwa terjadi di tengah lockdown negeri itu untuk mencegah penyebaran wabah coronavirus (Covid-19).

Warga Sri Lanka putus asa untuk berjuang memenuhi kebutuhan selama lockdown yang telah menghancurkan ekonomi.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Sekitar 1.000 orang antre di luar gudang pengusaha untuk membagikan tahunannya selama bulan Ramadan,” kata anggota parlemen lokal Mujibur Rahman.

Warga saling berdesakan untuk bantuan uang sebesar 1.500 rupee. Jumlah ini sama dengan upah harian buruh dan massa langsung menyerbut ketika gerbang dibuka.

“Beberapa orang mencoba memecah antrean dan masuk,” kata Rahman kepada AFP, Jumat (22/5/2020).

“Saat itulah para wanita di puncak antrean jatuh dan terinjak-injak sampai mati,” jelas Rahman.

Sembilan orang lainnya terluka parah dalam insiden ini dan dibawa ke rumah sakit. Menurut Rahman ada kerumunan yang lebih besar dari biasanya selama acara tahun ini, yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

“Orang-orang tidak mendapatkan uang selama dua bulan karena lockdown akibat virus corona sejak 20 Maret. Mereka putus asa. Ketika mereka mendengar tentang sumbangan hari ini, lebih dari seribu muncul,” tutur Rahman.

Sementara pengusaha yang memberikan bantuan dan lima asistennya ditangkap karena melanggar lockdown, kata kepala kepolisian Kolombo Deshabandu Tennakoon kepada wartawan.

Penyaluran uang tunai pemerintah bulan ini juga memicu kekacauan di desa-desa. Masing-masing diberikan 5.000 rupee atau sekitar Rp317 ribu ke 5,14 juta keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Colombo dan distrik tetangga ditutup, meskipun beberapa pembatasan virus telah dicabut di bagian lain Sri Lanka. Negara ini telah mencatat 1.045 infeksi termasuk sembilan kematian sejauh ini. (ATN)

Tags: Bantuan Langsung TunaiCorona AsiaCOVID-19LockdownSri Lanka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.