• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Tranformasi AirAsia, Kini Jadi Startup Unikorn Baru di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2021
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AirAsia Tambah Frekuensi Penerbangan Domestik

Maskapai AirAsia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – AirAsia sukses bertransformasi menjadi start up Unikorn baru di Asia Tenggara (ASEAN), platform perjalanan dan gaya hidup berbasis data dan teknologi.

Atas pencapaian itu, Credit Suisse menobatkan AirAsia sebagai salah satu dari tiga startup unikorn ASEAN yang berbasis di Malaysia, bersama Carsome dan Edotco.

CEO AirAsia Group, Tony Fernandes mengatakan hal tersebut menjadi pengakuan terhadap strategi untuk menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan pada era digital, tidak hanya berada di jalur yang benar, tetapi juga memungkinkan AirAsia untuk memegang peranan penting sebagai pemain utama di sektor e-commerce dan pengiriman di ASEAN.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

“Dengan nilai valuasi lebih dari US$1 miliar, bisnis digital kami kini telah menyandang status unikorn dalam waktu yang terbilang singkat atau kurang dari dua tahun sejak kami mempercepat proses transformasi bisnis di luar maskapai penerbangan selama periode penurunan yang disebabkan oleh pandemi,” kata Tony melalui siaran pers, Selasa (12/10/2021).

AirAsia kini tidak lagi hanya dikenal sebagai maskapai penerbangan, melainkan sebuah grup layanan digital. Kendati pada awalnya berada di industri penerbangan, tetapi kini telah tumbuh dengan menciptakan super app dengan 15 jenis layanan perjalanan dan gaya hidup.

AirAsia memiliki layanan kargo dan logistik yang bernama Teleport, serta layanan keuangan digital BigPay yang menjadi solusi satu atap untuk kebutuhan keuangan dan bersiap menjadi bank virtual pertama di ASEAN. Bahkan, di lini bisnis penerbangan, AirAsia mempunyai jaringan waralaba restoran dan makanan bernama Santan, dan sebuah perusahaan engineering bernama Asia Digital Engineering (ADE) yang akan mentransformasi layanan pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan (MRO). Selain itu, juga memiliki layanan darat (ground services operations) bernama GTR.

Sejak awal, AirAsia juga berkomitmen untuk menjadi sebuah perusahaan digital. Tony mengeklaim AirAsia menjadi maskapai pertama di ASEAN yang menjual tiket penerbangan secara online dan yang pertama menangani pembayaran secara digital untuk jutaan pelanggan online sejak 20 tahun lalu.

“Pandemi telah memberikan dampak positif dengan mendorong percepatan rencana transformasi kami, dan peluang untuk ini sangat besar, dengan penduduk Asia Tenggara yang berjumlah lebih dari 700 juta orang dan merupakan salah satu populasi digital dengan pertumbuhan tercepat,” ujarnya.

Kini, AirAsia telah menjadi sebuah perusahaan pengiriman, menghubungkan orang dengan orang, menghubungkan beragam destinasi dan mengirimkan paket, layanan fintek, dan bahkan edutech.

“Tujuan kami adalah menjadi sebuah perusahaan distribusi digital paling populer, menguntungkan, dan berbiaya paling rendah di Asia Tenggara,” tandasnya. (AT Network)

Tags: AirAsiaAsia DigitalIndustri DigitalStartupUnikorn
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.