• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Transformasi Digital Arab Saudi dan Indonesia Makin Kompetitif

by Redaksi Asiatoday
September 18, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi Startup di Indonesia Diproyeksi Kian Agresif

Industri Startup. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, RIYADH – Laporan Digital Riser 2020 yang dirilis oleh Pusat Kompetitif Digital Eropa (ESPC) yang mengulas tentang analisa kemajuan digitalisasi selama tiga tahun belakangan di 140 negara G-20 menunjukkan bahwa, transformasi digital di Arab Saudi dan Indonesia makin kompetitif.

Studi tersebut mengacu pada data laporan Kompetitif Global Forum Ekonomi Dunia (WEF). Setidaknya ada lima kriteria yang dinilai.

“Faktor penting dari transformasi digital Arab Saudi dan Indonesia yakni, punya rencana jelas dan menerapkannya secara konsisten,” kata perwakilan ESPC Phillip Meissner dilansir dari Salaam Gateway, Jumat (18/9/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Meissner menekankan dunia tengah berada di tengah revolusi digital. Kemunculan pandemi Covid-19 justru makin menyadarkan manusia akan pentingnya transformasi digital.

“Cara bagaimana pemerintah menata dan mengarahkan perubahan ini akan menentukan seberapa kompetitifnya dan sejahteranya negara mereka dalam dekade berikutnya,” jelas Meissner.

Saudi memiliki program Strategi ICT 2023 dan Visi Saudi 2030 yang membawa negara itu ke arah digitalisasi. Saudi tak ingin hanya bergantung pada minyak saja. Hal ini yang membuat ekonomi Saudi maju dengan diversifikasi bisnis.

Sedangkan di Indonesia dikembangkan program seperti Gerakan Seribu Perusahaan Rintisan. Program yang diluncurkan pada 2016 itu diklaim mendapat dukungan pemerintah dan investor hingga bisa berkembang. Gerakan tersebut terus meluas di kota-kota lainnya pada 2019 guna meningkatkan inovasi dan riset.

“Kami menyarankan agar proyek ini dipertahankan karena terbukti membuat dampak perubahan. Contoh-contoh ini dapat menimbulkan investasi besar,” imbuh Meissner. (ATN)

Tags: Asia DigitalIndustri DigitalStartup IndonesiaTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.