• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Trump Dikirimi Surat Berisi Racun di Gedung Putih

by Redaksi Asiatoday
September 20, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Trump Dikirimi Surat Berisi Racun di Gedung Putih

Gedung Putih, kantor Presiden Donald Trump. Dok

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Sebuah surat mengandung racun jenis ricin yang ditujukan untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhasil dicegat sebelum mencapai Gedung Putih.

Surat itu berhasil ditemukan di sebuah fasilitas pemeriksaan untuk surat Gedung Putih pekan ini.

Mengutip BBC, Minggu (20/9/2020), sejumlah pejabat AS mengatakan kepada media bahwa zat di dalam amplop berhasil diidentifikasi sebagai ricin, racun yang berasal dari sejenis kacang-kacangan.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Pemerintahan Trump belum berkomentar mengenai surat berisi racun ini. Biro Investigasi Federal (FBI) dan Pasukan Pengaman Presiden AS (Secret Service) sedang menginvestigasi asal surat dan apakah peristiwa ini sudah pernah terjadi sebelumnya di kantor pos AS.

“Saat ini, tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik,” kata FBI kepada kantor berita CNN, Sabtu 19 September.

Seorang pejabat mengatakan kepada New York Times bahwa tim investigator meyakini paket itu dikirim dari Kanada. Beberapa laporan menyebutkan bahwa keberadaan icin dikonfirmasi usai FBI melakukan tes.

Kepolisian Berkuda Kanada (RCMP) mengaku sedang berkoordinasi dengan FBI untuk menginvestigasi “sebuah surat mencurigakan yang dikirim ke Gedung Putih.”

Ricin merupakan racun mematikan yang jika ditelan, dihirup, atau disuntikkan, dapat menyebabkan mual, muntah, pendarahan, dan gagal organ.

Sejauh ini belum ditemukan penawar racun untuk ricin. Jika seseorang terkena ricin, maka kematian dapat terjadi antara 36 hingga 72 jam, tergantung dari dosis yang diterima. (ATN)

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpWhite House
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.