• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Tumpahan Minyak Hitam dari Kapal Asing Cemari Teluk Bintan

by Redaksi Asiatoday
February 21, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tumpahan Minyak Hitam dari Kapal Asing Cemari Teluk Bintan

Limbah minyak berceceran disepanjang pantai Segala Senggiling Sri Bintan, Riau. Foto : yanuar_jeep

ASIATODAY.ID, TANJUNGPINANG – Perairan di Teluk Bintan, Kepulauan Riau kembali tercemar tumpahan limbah minyak berwarna hitam.

Pantauan di lapangan, kawasan tercemar berada di sepanjang pantai di kawasan Kawal, Desa Teluk Bintan, Desa Malang Rapat, Berakit, sampai Senggiling.

Tumpahan Minyak Hitam dari Kapal Asing Cemari Teluk Bintan 1
Limbah minyak berceceran disepanjang pantai Segala Senggiling Sri Bintan, Riau. Foto : yanuar_jeep

Selain kawasan objek wisata, tumpahan minyak itu juga mencemari daerah tangkapan ikan nelayan.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Minyak hitam lengket di jaring ikan dan bubuh kepiting,” kata Ketua RT 2 Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kurnia, mengutip Antara, Jumat (21/2/2020).

Kurnia yang tinggal di Perumahan Pelantar menunjukkan minyak hitam di dinding puluhan perahu nelayan. Selain itu di keramba pun didapat diduga minyak berwarna hitam.

“Sebagian warga di Teluk Bakau bekerja sebagai nelayan. Nelayan sulit mendapatkan ikan akibat limbah tersebut,” ujarnya.

Atas kejadian ini, pemerintah diminta segera turun tangan menyelesaikan kasus ini. Sebab, nelayan menjadi kesulitan mendapatkan kepiting dan kerang.

“Di sini banyak yang menggantungkan hidup dengan menangkap kepiting, gonggong, dan kerang. Ini permasalahan terjadi setiap tahun saat musim angin utara,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan pihaknya sudah menyelidiki temuan pencemaran diduga minyak tersebut.

Dia menerangkan berdasarkan pengumpulan keterangan dan barang bukti, limbah itu bukan berasal dari perairan Indonesia, melainkan perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.

“Diduga limbah itu berasal dari kapal asing. Kami sudah melaporkan hal itu ke Mabes Polri melalui Polda Kepri,” ucap Boy. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Kepulauan BintanLimbah MinyakPencemaran LautTumpahan MinyakTumpahan Minyak Mentah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction
  • A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.