• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Tumpahan Minyak Jadi Ancaman Serius Perairan Laut Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 16, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cegah Pencemaran Meluas, Tumpahan Minyak di Laut Batu Ampar Mulai Diatasi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menangani  tumpahan minyak akibat tenggelamnya  kapal keruk King Richard X di perairan Batu Ampar. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tumpahan minyak menjadi ancaman serius perairan laut Indonesia. Selain merusak ekosistem dan membahayakan masyarakat di wilayah terdampak, tumpahan minyak juga menjadi salah satu gangguan utama terhadap transportasi laut.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, potensi pencemaran laut oleh tumpahan minyak dapat terjadi baik dalam skala kecil maupun skala besar. Pencemaran ini dapat merusak lingkungan, dan membahayakan masyarakat di wilayah terdampak.

Guna mengatasi tumpahan minyak tersebut kata dia, diperlukan suatu sistem tindakan penanggulangan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri telah menerbitkan peraturan perlindungan lingkungan maritim dan penguatan kerja sama internasional.

“Kemenhub telah melakukan berbagai langkah nyata menyangkut hal tersebut. Langkah tersebut, antara lain pengesahan peraturan perlindungan lingkungan maritim, penguatan fungsi kelembagaan, peningkatan kerja sama di dalam negeri maupun secara internasional, hingga pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM),” ujar Menhub dalam pernyataan resmi, Selasa (16/11/2021).

Budi mengungkapkan, Kemenhub juga telah mengeluarkan beberapa peraturan yang bertujuan untuk memastikan perlindungan lingkungan maritim. Beberapa di antaranya adalah peraturan terkait pencegahan pencemaran dari kapal, penanggulangan pencemaran di perairan dan pelabuhan, pencegahan pencemaran lingkungan maritim, dan tentang prosedur penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak (Tier 3) di Laut.

Kemudian, dalam penguatan fungsi kelembagaan, Kemenhub melalui direktorat teknis berupaya untuk meningkatkan kecakapan dan kemampuan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi di lapangan.

“Sebagai contoh, Kemenhub melakukan pembaharuan kapal patroli dan perangkat lunak pendeteksi pergerakan tumpahan minyak serta pengadaan alat penanggulangan pencemaran yang ditempatkan di berbagai unit penyelenggara teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” tutur Menhub.

Kemenhub juga telah menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait serta dengan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik, khususnya dalam penanganan pencemaran minyak lintas batas negara.

Dalam konteks pembangunan kapasitas SDM kata Budi, Kemenhub rutin mengadakan dan mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi personil. Hal ini khususnya dalam penanganan pencemaran di perairan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dilain pihak, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menjalin kerjasama dengan Philippine Coast Guard dan Japan Coast Guard untuk melaksanakan latihan rutin bersama menanggulangi tumpahan minyak di perairan.

“Kami selalu mengingatkan sebagai insan yang terkait dengan kegiatan pelayaran dan kepelabuhanan, penting untuk ikut berperan serta dan nyata dalam memastikan terselenggaranya perlindungan lingkungan maritim. Hal tersebut juga merupakan bagian dari komitmen dan langkah nyata pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya laut dan perairan,” jelas Menhub. (ATN)

Tags: Pencemaran LautTumpahan Minyak
No Result
View All Result

Terbaru

  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction
  • A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.