• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ukraina Jadi ‘Kuburan’ Massal, Rusia Salahkan Barat yang Terus Pasok Senjata

by Redaksi Asiatoday
April 11, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Desak Negosiasi Langsung Rusia dan Ukraina untuk Akhiri Perang

Pasukan Rusia menggempur Kota Kiev, Ukraina. Foto: Kementerian Pertahanan Rusia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis di Ukraina terus berlanjut akibat perang. Negeri itu telah menjelma menjadi ‘kuburan’ massal.

Meski begitu, utusan Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengatakan bahwa krisis yang terjadi di Ukraina karena kesalahan dari keputusan Barat yang terus memasok senjata militer ke Kyiv.

“Negara-negara Barat telah secara konsisten mempromosikan konsep perilaku yang meningkatkan kontrol atas peredaran senjata,” katanya, seperti dilansir dari TASS, Selasa (11/4/2023).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Meskipun begitu, krisis di Ukraina yang terjadi saat ini telah memperlihatkan ketidaktulusan Barat terhadap pernyataannya sendiri.

“Krisis yang diprovokasi oleh mereka [Barat] di Ukraina telah menjadi pertunjukan nyata dari ketidaktulusan pernyataan mereka dalam mendukung upaya internasional untuk memerangi proliferasi yang tidak terkendali,” lanjutnya.

Nebenzya mengatakan bahwa Rusia telah berulang kali berupaya menunjukkan konsekuensi yang akan timbul jika Barat menyalurkan senjata ke Ukraina.

“Kami mencatat bahwa terlepas dari pendekatan negara tertentu terhadap apa yang terjadi di Ukraina, risiko ini cukup nyata dan dapat diterapkan di wilayah lain manapun,” tambahnya.

Meskipun begitu, Nebenzya menyatakan bahwa kompleks industri militer negara-negara Barat tetap tertarik untuk memasok senjata ke zona konflik.

“Risiko lain yang tidak begitu jelas, tetapi sangat serius dari pendekatan mereka yang tidak bertanggung jawab terhadap masalah pasokan produk militer adalah hubungan kekerabatan antara industri militer dan pemerintah nasional,” lanjutnya.

Menurutnya, kini industri militer di negara-negara Barat sama sekali tidak tertarik untuk mengakhiri konflik.

“Akibatnya, kompleks industri militer negara-negara Barat sama sekali tidak tertarik untuk mengakhiri konflik, dan pemerintah mereka mengambil posisi serupa,” ujarnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.