• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Uni Eropa Didesak Tolak Hasil Pilpres Belarusia

by Redaksi Asiatoday
August 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gejolak Politik di Belarusia, Pemimpin Oposisi Kabur ke Lithuania

Pemimpin oposisi Belarusia, Svetlana Tikhanovskaya, saat kampanye pemilu beberapa waktu lalu. Dok

ASIATODAY.ID, VILNIUS – Pemimpin oposisi Belarusia Sviatlana Tsikhanouskaya, mendesak para pemimpin Uni Eropa agar menolak hasil pemilihan presiden kontroversial yang memberikan kemenangan dan masa jabatan keenam bagi Presiden Aleksander Lukashenko.

Pasalnya, hasil pemilu itu dicurangi dan telah memicu protes besar-besaran di Belarusia.

“Saya meminta Anda (Uni Eropa) untuk tidak mengakui Pemilu yang curang ini,” kata Tsikhanouskaya dalam pidato melalui video kepada Dewan Eropa, dilansir dari VOA, Kamis (20/8/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dia menambahkan bahwa Lukashenko telah kehilangan semua legitimasi di mata negaranya dan dunia.

Lukashenko, pemimpin otoriter yang telah mengendalikan Belarusia selama 26 tahun, mengklaim kemenangan dalam Pemilu 9 Agustus lalu yang memicu protes besar-besaran serta penindakan brutal oleh polisi yang dikecam oleh negara-negara Barat.

Permintaan Tsikhanouskaya itu dilontarkan sebelum telekonferensi darurat para pemimpin Uni Eropa pada Rabu untuk membahas dampak Pemilu di Belarusia.

Para pemimpin Uni Eropa, diantaranya Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, pada pekan ini mendesak Rusia, sekutu kuat Belarusia, agar melobi dialog di Minsk.

Tsikhanouskaya mengatakan, Pemilu 9 Agustus lalu tidak jujur, tidak transparan dan hasilnya dipalsukan.

Tsikhanouskaya, yang berusia 37 tahun, mengatakan ia akan menyelenggarakan Pemilu baru jika Lukashenko mundur. Sekutu-sekutunya telah membentuk suatu dewan koordinasi untuk memastikan peralihan kekuasaan. Dewan ini dijadwalkan bersidang hari Rabu.

Lukashenko telah mengesampingkan permintaan agar ia mengundurkan diri atau menyelenggarakan pemilu dan mengklaim bahwa oposisi berupaya “merebut kekuasaan.” (ATN)

Tags: Asia EropaBelarusBelarusiaUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.