• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

UNICEF: Krisis Kelaparan Ancam 2,4 Juta Anak di Yaman

by Redaksi Asiatoday
June 29, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UNICEF: Krisis Kelaparan Ancam 2,4 Juta Anak di Yaman

Nasib anak-anak di negeri Yaman. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengumumkan bahwa jumlah anak-anak yang menderita kekurangan gizi di Yaman akan meningkat menjadi 2,4 juta pada akhir tahun ini, karena kekurangan dana bantuan kemanusiaan.

Sebuah laporan UNICEF memperingatkan peningkatan 20 persen jumlah anak kurang gizi di bawah usia lima tahun, yang hampir setengah dari jumlah anak-anak dari kelompok usia itu.

“Jika kita tidak menerima dana mendesak, anak-anak akan berada di jurang kelaparan dan banyak yang akan mati,” kata Sara Beysolow Nyanti, perwakilan UNICEF di Yaman melansir Middleeast, Minggu (28/6/2020).

RelatedPosts

Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

PBB telah menyatakan tidak memiliki cukup dana untuk mempertahankan aliran bantuan. Konferensi donor mengumpulkan setengah dari dana yang diperlukan bulan ini. Namun, program bantuan yang mempengaruhi jutaan orang akan ditangguhkan dalam beberapa minggu mendatang.

UNICEF mencari USD461 juta untuk operasi kemanusiaan, hanya 39 persen yang saat ini didanai, dan USD53 juta untuk mendukung pencegahan terhadap COVID-19, hanya sepuluh persen yang didanai. Program sanitasi, imunisasi, dan gizi buruk beresiko ditutup.

Sistem kesehatan Yaman berada di ambang kehancuran, tetapi terus berlanjut berkat bantuan. Kolera, malaria dan demam berdarah telah menyebar di antara populasi yang kekurangan gizi bahkan sebelum pecahnya coronavirus.

UNICEF melaporkan bahwa sekitar 7,8 juta anak tidak lagi bersekolah, yang memaparkan mereka pada risiko pekerja anak, perekrutan ke dalam kelompok bersenjata dan dipaksa menikah dengan anak.

“UNICEF sebelumnya telah menyatakan dan menegaskan kembali bahwa Yaman adalah tempat terburuk di dunia untuk anak-anak, dan bahwa situasinya tidak membaik,” tabdas Nyanti. (ATN)

Tags: UnicefUnited NationsYaman
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • ASEAN, Australia Deepen Strategic Partnership with High-Level Dialogue on Indo-Pacific Future
  • Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia
  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.