• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Unjukrasa Dukung Uighur, Demonstran Hong Kong Bentrok dengan Polisi

by Redaksi Asiatoday
December 22, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Unjukrasa Dukung Uighur, Demonstran Hong Kong Bentrok dengan Polisi

Aksi solidaritas Hong Kong untuk warga Uighur. Dok

ASIATODAY.ID, HONG KONG – Aksi unjukrasa menyuarakan dukungan terhadap warga Uighur di Hong Kong, Minggu (22/12/2019) diwarnai bentrokan dengan polisi.

Pihak kepolisian sempat menyemprotkan cairan merica untuk memecah kerumunan demonstran tersebut di awal, sebelum kemudian membuat barisan untuk berhadapan dengan orang-orang yang melemparkan botol kaca dan batu.

Unjukrasa Dukung Uighur, Demonstran Hong Kong Bentrok dengan Polisi 1
Aksi solidaritas untuk warga Uighur. Ist

Awalnya pada siang hari, lebih dari seribu orang melakukan unjuk rasa dengan damai, mengibarkan bendera serta spanduk Uighur, sebagai bagian dari demonstrasi yang terus-menerus dilakukan tanpa henti sejak enam bulan lalu.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Dalam kerumunan orang tersebut bercampur para anak muda dan orang tua, mengenakan pakaian hitam dan masker untuk menutupi identitas mereka, mengangkat poster bertuliskan “Bebaskan Uighur, Bebaskan Hong Kong” serta “‘Otonomi’ palsu di China hasilkan genosida”.

Unjukrasa Dukung Uighur, Demonstran Hong Kong Bentrok dengan Polisi 2
Aksi solidaritas untuk warga Uighur. Ist

Unjuk rasa kali ini dilakukan setelah pemain sepak bola klub Inggris Arsenal, Mesut Ozil, menyebabkan ‘keramaian’ di China karena mengkritik kebijakan pemerintah terhadap etnis minoritas Muslim di wilayah Xinjiang itu.

Ozil, yang merupakan warga Muslim Jerman asal Turki, menulis cuitan yang menyebut orang-orang Uighur adalah “pejuang yang tahan terhadap persekusi”, dan mengkritik kekuatan China di Xinjiang serta bagaimana sesama Muslim diam dalam merespon hal itu.

Sementara itu, seorang demonstran berusia 41 tahun dengan nama marga Wong mengatakan, “Saya rasa kebebasan dasar dan kemerdekaan harus ada untuk semua orang, bukan hanya Hong Kong,” ujarnya, melansir Reuters, Minggu (22/12/2019).

Pakar dan aktivis dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut setidaknya ada satu juta orang Uighur dan anggota etnis Muslim lainnya tertahan di “kamp” di Xinjiang sejak 2017 di bawah kampanye pemerintah China.

Pemerintah China menyatakan penahanan di “kamp” itu sebagai masa pelatihan kejuruan untuk membantu menghentikan separatisme serta mengajarkan keterampilan baru dan membantah perlakuan salah terhadap Uighur, yang bagaimanapun dikutuk oleh banyak negara.

Terlepas dari agenda khusus Uighur, demonstrasi Hong Kong kini memasuki bulan ketujuh, kendati mulai relatif tenang di akhir tahun ini.

Banyak warga marah dengan apa yang mereka lihat sebagai campur tangan China dalam kebebasan yang dijanjikan kepada wilayah bekas koloni Inggris tersebut ketika kembali ke China pada 1997.

Sementara China, lagi-lagi, membantah telah turut campur dan menyebut pemerintah berkomitmen terhadap rumusan “satu negara, dua sistem” serta menyalahkan kekuatan asing yang dianggap menimbulkan kekacauan tersebut. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Hong Kong RevolutionUighurUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.