• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Usai Ikan Salmon, China Sebut Udang Impor Jadi Perantara Covid-19

by Redaksi Asiatoday
July 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Usai Ikan Salmon, China Sebut Udang Impor Jadi Perantara Covid-19

Seafood asal Ekuador. Ist

ASIATIDAY.ID, JAKARTA – Setelah ikan Salmon dianggap sebagai biang wabah Covid-19 baru di Beijing, China kembali menyebut Udang sebagai perantara coronavirus (Covid-19).

China menyebut bahwa udang yang diimpor menunjukkan hasil positif virus corona. Menurut Administrasi Umum Bea Cukai China, tes dilakukan pada sisi dalam dan luar kemasan udang.

Sampel Udang yang dites tersebut berasal dari tiga peternakan Ekuador dan impor akan dihentikan. Kendati demikian, pengekspor udang andalan dari Ekuador membantah temuan tersebut.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Hasil tes tak berarti bahwa virusnya menyebar namun menunjukkan celah pada perusahaan terhadap regulasi keamanan pangan,” ujar Direktur Makanan Impor dan Keamanan Ekspor Bea Cukai China, Bi Kexin, melansir Bloomberg, Sabtu (11/7/2020).

Pada bulan lalu, China juga melakukan hal yang sama terhadap ikan Salmon impor sebagai penyebab penyebaran Covid-19 di Beijing. Hal itu pun memunculkan penarikan produk salmon di pasar tradisional dan ritel modern.

Setelah itu, China melakukan tes secara masif pada makanan beku impor di pelabuhan-pelabuhan dan memblok pengiriman dari pengolahan daging di luar negeri yang mendapat laporan bahwa pekerjanya terjangkit virus corona.

Bukti menunjukkan bahwa tak mungkin bila virus bisa menyebar melalui makanan.

“Itu ketakutan makanan yang biasa. Saya harap ini hanya sementara,” ujar Associate Director of Seafood di Rabobank, Gorjan Nikolik.

Lembaga Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan pernyataan tentang hal tersebut dan menyatakan bahwa tak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus corona bisa menular dari makanan atau kemasan makanan.

Salah satu eksportir udang asal Ekuador, Santa Priscila mempertanyakan langkah China mengeluarkan pernyataan tentang Udang sebagai medium penyebaran virus corona. Menurutnya, hal itu kini menggoyah reputasi industri.

“Mereka menemukan satu tes positif yang tak menular dari 227.934 sampel di dalam kontainer. Itu hanya 0,0000043 persen,” jelasnya.

Pemerintah China pun menghentikan impor dari 23 tempat pengolahan termasuk di Brasil, Inggris, Amerika Serikat dan Jerman karena terdapat klaster penyebaran virus corona. Sementara itu, untuk Udang, China merupakan pembeli besar bahkan lebih besar dari salmon.

Volume pembelian udang oleh China setidaknya sama dengan Amerika Serikat dan Eropa. Ekuador merupakan pemasok utamanya. Tahun lalu, Ekuador mengekspor USD3,2 miliar Udang termasuk sekira USD1,4 miliar ke China dengan pengiriman selama tiga pekan.

China telah mengetes 227,934 sampel dengan hanya tiga sampel yang menunjukkan hasil positif. Udang yang mendapatkan hasil positif corona dikirim ke Dallan dan Xiamen dan telah dihancurkan. (ATN)

Tags: ChinaChina VirusCoronavirusCOVID-19Ekspor UdangIkan Salmon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.