• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Utusan Khusus ASEAN Ditolak Bertemu Pejabat Partai NLD Myanmar

by Redaksi Asiatoday
February 21, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kudeta Sukses, Min Aung Hlaing Deklarasi Sebagai PM Myanmar

Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing. Dok

ASIATODAY.ID, NAYPYIDAW – Utusan khusus ASEAN ditolak untuk bertemu dengan sekelompok anggota parlemen Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar. Mereka termasuk korban yang digulingkan.

Penolakan itu datang dari Junta Myanmar. Padahal, sebelumnya pemimpin junta, Min Aung Hlaing telah menjanjikan hal ini kepada Perdana Menteri Kamboja Hun Sen yang merupakan ketua ASEAN tahun ini.

Penolakan ini dilakukan di tengah upaya ASEAN untuk memecahkan kebuntuan politik selama setahun di Myanmar akibat kudeta.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Laporan Malay Mail, Senin, 21 Februari 2022, Myanmar berada dalam kekacauan, ekonominya lumpuh. Menurut kelompok pemantau lokal, lebih dari 1.500 warga sipil tewas dalam tindakan keras militer sejak kudeta pada Februari 2021

ASEAN telah berada di garis depan upaya diplomatik untuk mengakhiri krisis yang memicu protes massal dan tindakan brutal terhadap perbedaan pendapat, termasuk 12.000 orang ditangkap.

Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn, utusan khusus baru ASEAN untuk Myanmar, mengatakan pada pertemuan para menteri luar negeri blok itu Kamis lalu, bahwa ia berencana melakukan kunjungan pada Maret dan bertemu dengan pejabat tinggi junta.

Dengan dukungan dari Malaysia, ia juga berusaha untuk bertemu dengan anggota ‘Pemerintah Persatuan Nasional’ (NUG) yang didominasi oleh anggota parlemen dari partai terguling pimpinan Aung San Suu Kyi yang bekerja untuk menggulingkan junta.

Kementerian Luar Negeri Myanmar mengeluarkan pernyataan pada Minggu malam.

“Mereka mengatakan akan mempromosikan kerja sama yang konstruktif dengan ASEAN termasuk utusan khusus,” demikian laporan Malay Mail.

Namun, ia tidak dapat menyetujui utusan khusus yang terlibat dengan ‘asosiasi yang melanggar hukum dan kelompok teroris’.

“Hal ini bertentangan dengan prinsip piagam ASEAN tapi juga merusak upaya kontra-terorisme ASEAN,” kata Kementerian Luar Negeri Myanmar dalam pernyataannya.

“Kementerian sekali lagi mendesak kedua anggota untuk tidak menggunakan platform ASEAN untuk membuat komentar seperti itu dan mendorong (mereka) untuk mengutuk tindakan teroris,” lanjutnya.

Pada Mei tahun lalu, junta menyatakan NUG sebagai teroris. Mereka telah memenjarakan beberapa anggota tinggi partai yang dipimpin Aung San Suu Kyi itu.

Sebagian besar anggota NUG berada di pengasingan atau bersembunyi. Prak Sokhonn tidak memberikan perincian tentang di mana atau kapan pertemuan di masa depan akan diadakan. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Deepens Asia Trade Push
  • Indonesia Business Confidence Under Pressure
  • Indonesia–Switzerland Alliance Targets Global Mineral Supply Chain Transformation
  • INPEX Advances Indonesia’s Energy Future with Abadi Masela LNG Partnership
  • Indonesia Launches US$20.9 Billion Abadi LNG Megaproject
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.