• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Vale Indonesia (INCO) Tunjuk Febriany Eddy Sebagai Presiden Direktur Baru

by Redaksi Asiatoday
April 29, 2021
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Belum Bangun Smelter, PT Vale Diminta Hengkang dari Kolaka

PT Vale Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) baru saja melakukan perombakan manajemen.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 27 April 2021, perseroan sepakat melakukan pergantian Nicolas D Kanter sebagai Presiden Direktur lantaran masa jabatannya sudah berakhir. Selanjutnya para pemegang saham menyetujui pengangkatan Febriany Eddy sebagai Presiden Direktur yang baru untuk periode 3 tahun atau sampai dengan penutupan RUPST tahun 2024.

Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali sejumlah direksi yakni Bernardus Irmanto, Dani Widjaja, Agus Superiadi dan Vinicius Mendes Ferreira untuk periode yang sama.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Perseroan juga telah menetapkan pembagian dividen dengan total mencapai USD33,1 juta atau USD0,00333 per saham. Dividen ini berasal dari laba bersih perseroan pada tahun 2020 yakni USD82,81 juta.

Menurut Chief Financial Officer Vale Indonesia Bernardus Irmanto, aksi korporasi ini dilakukan setelah perseroan menimbang jumlah kas yang tersedia untuk modal kerja, pembayaran pinjaman serta bunganya.

“Pembayaran dividen ini akan dilakukan perseroan pada tanggal 28 Mei 2021,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/4/2021).

Sementara itu, hingga kuartal-I 2021, Vale Indonesia berhasil mencatat kinerja positif dengan lonjakan laba bersih mencapai 16,37 persen menjadi USD33,69 juta pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu USD28,95 juta.

Pertumbuhan ini disebabkan oleh meningkatnya harga nikel yang mampu mengimbangi penurunan penjualan. Secara rinci, pendapatan perseroan pada kuartal I-2021 naik 18,2 persen menjadi USD206,5 juta dibandingkan periode sama tahun lalu USD174,65 juta.

Kemudian, kas dan setara kas Vale Indonesia pada 31 Maret 2021 sebesar USD386,2 juta, turun sedikit dari posisi per 31 Desember 2020 sebesar USD388,7 juta. Perseroan akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.

Pada periode tersebut, Vale Indonesia telah mengeluarkan sekitar USD38,5 juta untuk belanja modal pada kuartal I-2021, mengalami penurunan dari yang dikeluarkan pada kuartal IV-2020 sebesar USD47,7 juta.

Dari penggunaan capex ini, perseran berhasil memproduksi 15.198 metrik ton (MT) nikel dalam matte, menurun masing-masing 8 persen dan 14 persen  dibandingkan dengan produksi pada kuartal IV-2020 dan kuartal I-2020. Penurunan produksi tersebut dipicu oleh penurunan pada aktivitas pemeliharaan.

Tahun ini, perseroan menargetkan produksi hingga 64.000 MT. Perseroan turut berniat membangun kembali salah satu tanur listrik.

Tahun ini, Vale Indonesia juga mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) USD130 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan kembali furnace 4 dan peremajaan alat berat tambang serta pengembangan tambang. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelPT Vale Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.