ASIATODAY.ID, HANOI – Negeri Vietnam, tercatat sebagai negara di Asia Tenggara yang mampu mempertahankan rekor zero kematian pasien pengidap coronavirus (Covid-19). Vietnam juga mencatat nol kasus covid-19 selama 13 hari berturut-turut hingga Rabu 29 April 2020.
Dengan hanya 270 kasus dan nol kematian dari total 95 juta penduduk, angka rata-rata infeksi covid-19 per satu juta orang di Vietnam merupakan salah satu yang terendah di dunia.
“Kami telah berhasil memukul mundur virus, tapi masyarakat harus tetap waspada,” kata Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, dilansir dari Guardian, Rabu (29/4/2020).
Pemerintah Vietnam tidak melakukan tes covid-19 berskala masif seperti di Korea Selatan atau Jerman.
Vietnam hanya melakukan respons dini dengan menghentikan semua penerbangan dari China, dan juga menutup perbatasan darat dari negara tetangganya tersebut.
Negara komunis dengan sistem satu partai itu telah memberlakukan karantina massal dan penguncian wilayah (lockdown) di semua distrik untuk menghentikan penyebaran covid-19.
Pekan kemarin, Vietnam mulai memperlonggar lockdown dan mengizinkan sejumlah tempat usaha untuk kembali beroperasi.
Berbeda dengan Vietnam, sejumlah negara di Asia Tenggara mencatat angka infeksi dan kematian yang cukup tinggi di tengah pandemi covid-19.
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Rabu ini, Singapura menjadi negara dengan jumlah kasus covid-19 tertinggi di wilayah ASEAN, yakni 14.951. Indonesia dan Filipina berada di bawah Singapura dengan masing-masing 9.511 dan 7.958 kasus. (ATN)
