• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wabah Virus Corona : 213 Jiwa Meninggal di China

by Redaksi Asiatoday
January 31, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Terbitkan Travel Advice ke China Cegah Penularan Virus Corona

ASIATODAY.ID, BEIJING – Wabah virus corona di China kian menggila. Pasalnya, jumlah kematian yang dikonfirmasi akibat wabah virus corona ini meningkat menjadi 213 jiwa. Sebanyak 42 kasus kematian baru dilaporkan dari provinsi Hubei, Jumat 31 Januari 2020.

Data ini muncul selang beberapa jam setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan darurat global atas penyakit ini. Virus telah menyebar ke sejumlah negara di dunia.

Komisi kesehatan Hubei mengatakan kematian meningkat setelah pada 30 Januari 2020 malam. Ketika itu, pasien meninggal mencapai 204 orang.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Ada 1.220 kasus lain yang terdeteksi di Hubei dengan total menjadi 5.806 kasus,” kata komisi tersebut, melansir CNA, Jumat (31/01/2020).

Data terbaru ini menunjukkan bahwa jumlah kematian harian terus meningkat meskipun Pemerintah China telah mengisolasi 15 wilayah, termasuk Wuhan.

WHO melakukan pertemuan untuk menetapkan status darurat global bagi virus ini. WHO mengajak seluruh elemen menghentikan penyebaran virus mematikan tersebut.

“Kita semua harus bertindak bersama sekarang untuk membatasi penyebaran lebih lanjut. Kita hanya bisa menghentikannya bersama,” kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa.

Banyak negara telah mendesak warganya untuk tidak mengunjungi China. Beberapa dari negara tersebut bahkan melarang turis Tiongkok dari kota Wuhan untuk masuk ke negara mereka.

Namun, Ghebreyesus menilai pembatasan perjalanan dan perdagangan dengan China guna membendung penyebaran virus tidak diperlukan.

Virus corona tipe terbaru Novel Coronavirus (nCoV) pertama kali diumumkan kasusnya di wilayah Wuhan pada 31 Desember 2019 lalu. Hingga kini korban terinfeksi juga terus bertambah dan menyebar hingga ke lebih dari 15 negara lainnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusVirus KoronaVirus PneumoniaWHOWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.