• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO : Asia Tenggara harus Agresif Hentikan Wabah Coronavirus

by Redaksi Asiatoday
March 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO : Virus Corona di China Bernama   COVID-19, Vaksinnya akan Tersedia 18 Bulan Kedepan 

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan negara-negara di Asia Tenggara untuk bertindak agresif memerangi coronavirus (Covid-19) yang menyebar cepat sekaligus memperingatkan bahwa beberapa negara mengarah pada penularan dari komunitas kepada masyarakat.

Menurut WHO, infeksi telah melonjak di seluruh wilayah dalam beberapa pekan terakhir sehingga memaksa beberapa negara untuk memperkenalkan langkah-langkah drastis mulai dari menutup perbatasan negara sampai pemberlakuan jam malam. Sedangkan di sejumlah negara sekolah ditutup dan kegiatan olahraga dihentikan.

WHO menilai, ada kekhawatiran bahwa sistem perawatan kesehatan masyarakat yang lebih lemah di banyak negara Asia Tenggara tidak akan mampu mengatasi wabah yang telah menjadi pandemi global tersebut.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

“Kita perlu segera meningkatkan semua upaya untuk mencegah virus yang menginfeksi lebih banyak orang,” kata Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO, dilansir CNA, Rabu (18/3/2020).

Saat ini, Malaysia tercatat sebagai negara di Asia Tenggara dengan tingkat kasus virus corona tertinggi yang mencapai 673 kasus. Sebuah acara keagamaan tabligh akbar yang melibatkan sekitar 16.000 orang akhir-akhir ini memberi kontribusi pada kasus tersebut.

Poonam Khetrapal Singh, mengakui semakin banyak kelompok penularan virus yang sedang dikonfirmasi. Karena itu dibutuhkan upaya yang lebih agresif dan seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut.

“Kita jelas perlu melakukan lebih banyak tindakan dan mendesak untuk diakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, WHO merekomendasikan penderita gejala infeksi virus corona untuk menghindari asupan medis atau obat ibuprofen.

WHO merujuk pada peringatan Menteri Kesehatan Prancis Oliver Veran yang menyatakan jenis obat itu bisa memperburuk efek dari virus corona.

Veran sendiri menyatakan hal itu berdasarkan penelitian terkini yang ditulis dalam jurnal medis The Lancet.

Juru bicara WHO, Chrisitan Lindmeier mengatakan pihaknya pun memberikan rekomendasi yang sama.

“Kami merekomendasikan penggunaan paracetameol, dan bukan menggunakan ibuprofen untuk pengobatan diri sendiri. Ini penting,” tegas Lindmeier. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19Virus CoronaWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.