• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Ingatkan Pencabutan Dini Lockdown Bisa Picu Kembali Wabah Covid-19

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO Serukan Seluruh Negara Perbanyak Tes Corona

WHO Director General Tedros Ghebreyesus. Doc

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Kesehatan (WHO) memperingatkan sejumlah negara mengenai pencabutan kebijakan penutupan wilayah (lockdown) di tengah pandemi coronavirus (Covid-19).

Pasalnya, pencabutan dini lockdown dapat memicu kemunculan kembali covid-19.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyarankan sejumlah negara untuk berhati-hati jika hendak melonggarkan atau mencabut lockdown meski pertimbangannya adalah dampak perekonomian.

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Italia dan Spanyol, dua negara terparah dilanda covid-19 di Eropa, telah melonggarkan beberapa pembatasan namun tetap memberlakukan lockdown.

Berbicara dalam konferensi pers virtual di Jenewa, Tedros menyambut baik tren penurunan epidemi di beberapa negara Eropa. Ia mengatakan WHO bekerja sama dengan sejumlah pemerintahan untuk membentuk strategi pelonggaran aturan, meski hal tersebut diimbau agar tidak dilakukan terlalu dini.

“Mencabut pembatasan terlalu cepat dapat berujung pada kebangkitan covid-19,” kata Tedros, melansir BBC, Sabtu (11/4/2020).

“Penurunan jumlah kasus sama berbahayanya dengan peningkatan jumlah kasus jika tidak ditangani dengan baik,” sambungnya.

Pemerintah Spanyol berencana mengizinkan kembali sejumlah pekerja di sektor non-esensial, termasuk konstruksi dan pabrik, untuk kembali bekerja seperti biasa mulai Senin pekan depan.

Spanyol mencatat angka kematian harian terendah dalam 17 hari terakhir pada Jumat 10 April, yakni 605. Menurut data Universitas Johns Hopkins hingga Sabtu ini, total kematian akibat covid-19 di Spanyol telah mencapai 16.081.

Meski mengizinkan pekerja di dua sektor itu untuk kembali bekerja, Spanyol mengimbau mereka untuk tetap menjaga jarak sosial (social distancing) selama liburan Paskah saat ini.

Di Italia, Perdana Menteri Giuseppe Conte memperpanjang lockdown hingga 3 Mei mendatang. Ia mengingatkan bahwa kemajuan yang tercapai di Italia sejauh ini tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Seperti Spanyol, Italia juga berencana mengizinkan sejumlah tempat usaha non-esensial atau tidak terlalu penting untuk kembali dibuka pekan depan. (ATN)

Tags: Corona EropaCoronavirusCOVID-19LockdownWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Debunks Vietnam Relocation Claims Over Japan’s Yazaki Plants
  • AirAsia Axes Singapore–Jakarta Nonstop Service
  • Spring Airlines Opens Two Direct China–Jakarta Routes, Boosting Indonesia’s Tourism Drive
  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.