• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Ingatkan Potensi Bahaya Relaksasi dalam Kebijakan Lockdown

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO Menduga Wabah Pneumonia di China Bersumber dari Pasar Seafood Wuhan

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan  negara-negara di dunia untuk tidak terburu-buru merelaksasi kebijakan lockdown yang diterapkan untuk mencegah pandemi coronavirus (Covid-19).

WHO khwatir dengan adanya kemungkinan lockdown lanjutan, sehingga menimbulkan masalah yang lebih berat.

Kepala Program Darurat WHO Mike Ryan mengatakan strategi transisi yang baik adalah kunci dalam menghindari karantina yang berulang. Lockdown yang berulang akan lebih berdampak negatif terhadap ekonomi.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Jika kita lockdown berubah menjadi kontrol yang buruk, kembali ke lockdown, dan kembali ke kontrol yang buruk, itu bukanlah yang dibutuhkan semua orang saat ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, sebagaimana diwartakan Bloomberg, Jumat (3/4/2020).

Upaya mencegah penyebaran virus corona dinilai tidak cukup untuk menghentikan pandemi Covid-19. Pasalnya, selama virus corona masih ada dan ada banyak orang yang belum terinfeksi, maka tetap ada risiko pandemi kembali terjadi.

Karena itu, Ryan menyerukan negara-negara untuk melakukan pelacakan kontak besar-besaran atas orang yang terinfeksi serta pembentukan sistem kesehatan masyarakat dan layanan kesehatan yang komprehensif agar siap ketika menghadapi wabah.

“Jika kita ingin bisa hidup bersama dengan virus ini dan memiliki ekonomi yang kembali tumbuh dengan baik, kita harus berinvestasi di hal-hal itu,” lanjutnya.

WHO juga mengubah pandangannya terkait penggunaan masker. Meski masker kain maupun masker buatan sendiri tidak akan melindungi seseorang dari infeksi virus corona, tapi akan mengurangi kemungkinan penyebaran virus ke orang lain.

Lebih dari 20 negara telah mengunci perbatasannya dan melarang warganya beraktivitas di luar ruangan demi mencegah penyebaran virus corona. Hal ini berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut dan ekonomi global secara keseluruhan, dimana lebih dari 90 negara mencari bantuan finansial untuk menghadapi terjadinya perlambatan ekonomi.

Mengacu ke data Johns Hopkins University CSSE, yang mengumpulkan data dari WHO, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, dan komisi kesehatan China, per Sabtu (4/4) pukul 05.05 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 yang telah dikonfirmasi sudah menembus 1,08 juta di seluruh dunia.

Sebanyak 225.438 orang telah dinyatakan sembuh, dan 58.382 orang meninggal dunia. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19LockdownWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.