• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO : Terpapar Virus Campak, 6 Ribu Jiwa Meninggal di Kongo

by Redaksi Asiatoday
January 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO Investigasi Virus Pneumonia Misterius yang Mewabah di China

ASIATODAY.ID, KINSHASA – World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, 6 ribu jiwa di Kongo meninggal akibat terpapar wabah Campak.

WHO mengatakan epidemi di Kongo adalah yang terbesar di dunia dan bergerak paling cepat.

Berdasarkan keterangan tertulis WHO yang diterima Kamis (09/01/2020), sekitar 310 ribu kasus Campak sudah terjadi di Kongo sejak 2019.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Pemerintah Kongo dan WHO pun telah meluncurkan program vaksinasi darurat sejak September 2019. Bahkan sudah lebih 18 juta balita divaksinasi di seluruh Kongo sejak 2019.

Namun buruknya infrastruktur ditambah lagi serangan terhadap pusat-pusat kesehatan oleh gerilyawan dan kurangnya akses ke perawatan kesehatan menghambat upaya untuk menghentikan penyebaran wabah campak.

Setiap satu dari 26 provinsi Kongo telah melaporkan kasus campak sejak wabah diumumkan pada Juni tahun lalu.

“Kami melakukan yang terbaik untuk mengendalikan epidemi ini,” terang Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.

“Agar upaya menekan wabah campak berjalan sukses, kita harus memastikan setiap anak divaksin. Kami mendesak mitra donor kami untuk segera meningkatkan bantuan mereka,” imbuhnya.

Menurut WHO, dana senilai USD40 juta atau setara Rp554 juta sangat dibutuhkan saat ini untuk memperpanjang vaksinasi kepada anak-anak antara enam dan 14 tahun.

Mengenali Campak

Menurut WHO, Campak adalah virus yang pada awalnya menyebabkan pilek, bersin dan demam. Beberapa hari kemudian menyebabkan ruam bernoda yang terlihat di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Kebanyakan orang akan pulih, namun campak dapat menyebabkan cacat seumur hidup. Ini bisa mematikan, terutama jika menyebabkan pneumonia di paru-paru atau ensefalitis (pembengkakan di otak).

WHO memperkirakan, 110.000 orang di dunia meninggal akibat campak setiap tahun. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AfrikaAsia AfrikaCampakVirus PneumoniaWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.