• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO: Timur Tengah Memasuki Ambang Batas Kritis Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
July 2, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO : Virus Corona di China Bernama   COVID-19, Vaksinnya akan Tersedia 18 Bulan Kedepan 

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa Timur Tengah saat ini menghadapi masa ambang batas yang kritis pandemi coronavirus (Covid-19).

Hal itu terjadi menyusul berbagai pelonggaran stelah terjadi lonjakan kasus di kawasan itu.

WHO mencatat, sedikitnya sejuta kasus Covid-19 di 22 negara yang ada di wilayah Mediterania Timur yang membentang dari Maroko hingga Pakistan.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

“Wilayah kami saat ini berada di ambang batas kritis,” kata Dirjen WHO untuk Timur Tengah, Ahmed al-Mandhari dalam konferensi pers online dikutip dari Aljazeera, Kamis (2/7/2020).

Menurut WHO, lebih dari 80 persen dari semua kematian di wilayah itu dilaporkan terjadi di lima negara, yakni Mesir, Iran, Irak, Pakistan dan Arab Saudi.

Al-Mandhari mengatakan hal itu menjadi “tonggak sejarah”.

“Jumlah kasus yang dilaporkan pada bulan Juni saja lebih tinggi dari total kasus yang dilaporkan selama empat bulan setelah kasus pertama dilaporkan di wilayah ini pada 29 Januari,” terangnya.

Dia mengaitkan peningkatan kasus dengan peningkatan pengujian, tetapi juga dengan pencabutan pembatasan dalam beberapa minggu terakhir untuk memerangi penyebaran virus corona.

Al-Mandhari mendesak setiap individu untuk “berhati-hati dan waspada” ketika penguncian dan jam malam dilonggarkan dan meminta untuk mengikuti protokol yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan.

“Melonggarkan penutupan tidak berarti mengurangi respons atau mengurangi tanggung jawab sosial,” tegas Al-Mandhari.

Menurut dia, ada risiko jumlah kasus akan meningkat ketika ruang publik dibuka kembali “bahkan di negara-negara di mana situasi sekarang tampaknya mulai stabil”.

Dia juga menyerukan solidaritas global dalam menghadapi pandemi dan mendesak semua untuk “memperkuat” sistem perawatan kesehatan mereka.

Pejabat WHO lain yang berpartisipasi dalam pertemuan itu mengatakan pemerintah Timur Tengah perlu melakukan lebih banyak upaya dalam mempersiapkan tempat tidur unit perawatan intensif dan ruang gawat darurat. (ATN)

Tags: Arab SaudiCoronavirusCOVID-19Timur TengahWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.