ASIATODAY.ID, MANILA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kematian pertama akibat virus corona tipe Novel Coronavirus (nCoV) di Filipina. Kematian ini juga menjadi yang pertama terjadi di luar China
Pasien di Filipina ini merupakan seorang pria China yang bepergian dari kota Wuhan, tempat virus pertama kali terdeteksi.
“Ini adalah kabar kematian pertama yang dilaporkan di luar China,” kata perwakilan WHO untuk Filipina, Rabindra Abeyasinghe, melansir CNA, Minggu (2/2/2020).
“Namun kita harus ingat bahwa ini bukan kasus yang didapat secara lokal. Pasien berasal dari wilayah pusat penyebaran (virus) ini,” imbuhnya.
Pria tersebut tiba di Filipina bersama seorang perempuan China yang juga dinyatakan positif terkena virus. Ia merupakan pasien pertama virus nCoV di Filipina.
“Pasien sedang dalam pemulihan di rumah sakit, namun kondisinya memburuk dan meninggal,” kata Menteri Kesehatan Francisco Duque.
Pekan lalu, WHO menyatakan virus nCoV ini sebagai darurat kesehatan global. Kematian akibat virus ini semakin meningkat di wilayah China.
Akibat virus ini, pemerintah di seluruh dunia menutup perbatasan mereka dari dan ke China. Bahkan mereka melarang warga China untuk masuk guna menghentikan penyebarannya.
Filipina sendiri akan mengumumkan untuk menghentikan kedatangan wisatawan asing dari China. Langkah ini sebelumnya sudah dilakukan Amerika Serikat, Australia dan Israel.
Jumlah pasien meninggal dunia akibat virus ini mencapai 304 jiwa. Sementara total yang terinfeksi mencapai lebih dari 11 ribu kasus. (ATN)
,’;\;\’\’
