• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

World Bank: Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Diproyeksi Tumbuh 7,4 Persen Tahun ini

by Redaksi Asiatoday
January 6, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
UNCTAD: Perdagangan Global Mulai Recovery, Namun Belum Merata

Aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank memproyeksikan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik akan tumbuh 7,4 persen pada 2021, yang dimotori oleh pemulihan di China.

Dalam laporan Bank Dunia yang dirilis pada Selasa (5/1/2021), proyeksi tersebut didasari pada harapan vaksinasi berlangsung efektif pada kuartal I/2021 di berbagai negara dengan ekonomi besar, disusul oleh emerging market dan negara berkembang.

Kendati demikian, hingga akhir 2021 aktivitas ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan masih berada di bawah kondisi sebelum pandemi.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Investasi dan hasil produksi diproyeksikan tetap tertekan dan ketidakpastian berpotensi meningkat. Ekonomi kawasan ini diproyeksi melambat 0,9 persen pada 2020, tetapi pukulan virus corona tidak merata di semua negara.

Di China dan Vietnam, dua negara yang mampu menekan penyebaran Covid-19, PDB kedua negara diproyeksi tumbuh 2 persen dan 2,8 persen. Aktivitas ekonomi kedua negara didorong oleh perbaikan produksi dan ekspor, dengan tambahan booster dari stimulus pemerintah.

Negara lain di Asia Timur dan Pasifik mengalami produksi manufaktur yang tertekan cukup signifikan. Negara dengan dampak penurunan paling parah akibat kebijakan lockdown dan kasus infeksi tinggi antara lain Filipina, sedangkan Malaysia, Thailand, dan Timor-Leste dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan dalam negeri.

Termasuk negara-negara yang banyak bergantung pada sektor pariwisata diantaranya Fiji, Thailand, Palau, dan Vanuatu.

Walaupun penyebaran virus corona mulai melambat cukup banyak di kawasan ini, penambahan kasus baru di Indonesia dan Filipina tetap tinggi, Malaysia dan Myanmar juga berada dalam tren kenaikan. (ATN)

Tags: Pertumbuhan AsiaPertumbuhan EkonomiWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.