• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank Proyeksi Ekonomi Indonesia hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2023

by Redaksi Asiatoday
December 15, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Cegah Resesi Global, World Bank Kucurkan Rp2.624 Triliun Atasi Pandemi Covid-19

Bank Dunia (World Bank). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2023 tumbuh melambat dibandingkan dengan tahun ini sejalan dengan pelambatan ekonomi global.

Kepala Ekonom World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste Habib Rab mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia pada 2023 hanya tumbuh sebesar 4,8 persen. Proyeksi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2022 yang diproyeksikan mencapai 5,2 persen.

“Kami proyeksikan tetap kuat, meskipun pertumbuhannya agak sedikit melambat. Pertumbuhan diperkirakan 5,2 persen pada 2022 menjadi 4,8 persen pada 2023,” katanya, Kamis (15/12/2022).

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut masih tetap kuat, meski konsumsi swasta akan cenderung melambat. Di sisi lain, World Bank memperkirakan tingkat inflasi pada 2023 akan tetap berada di atas target sasaran Bank Indonesia, sekitar 2–4 persen. Tingkat inflasi 2023 diperkirakan mencapai 4,5 persen.

Selanjutnya, laju inflasi baru diperkirakan melandai pada 2024, yang diproyeksikan mencapai 3,6 persen. Dari sisi World Bank juga memperkirakan defisit APBN akan kembali ke level di bawah 3 persen, tepatnya mencapai 2,7 persen dari PDB Indonesia pada 2022.

“Defisit fiskal di bawah 3 persen dari PDB, didorong oleh sisi pendapatan yang meningkat dan turunnya belanja penanganan Covid-19,” jelas Habib.

Menurut Habib, beberapa risiko yang perlu diwaspadai ke depan diantaranya masih akan ada guncangan harga komoditas, tekanan dari sisi permintaan, dan berlanjutnya pelemahan rupiah. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Pertumbuhan EkonomiWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.