• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

WTO: Pemulihan Perdagangan Global akan Berlangsung Lama

by Redaksi Asiatoday
October 7, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menanti Malaysia Ikuti Jejak Indonesia Menggugat UE di WTO Terkait Sawit

World Trade Organization (WTO). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) memproyeksikan penurunan perdagangan global akibat pandemi Covid-19 tak akan separah yang diperkirakan.

Namun, untuk dapat kembali ke kondisi sebelum pandemi dibutuhkan waktu yang lama.

WTO juga merevisi perkiraan “skenario optimis” perdagangan dunia dari sebelumnya mengalami kontraksi 12,9 persen menjadi hanya minus 9,2 persen pada 2020.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Pertumbuhan di tahun depan diproyeksikan hanya akan mencapai 7,2 persen atau lebih rendah dari perkiraan WTO April lalu yakni 21,3 persen.

“Perdagangan dunia menunjukkan tanda-tanda bangkit kembali dari kemerosotan mendalam yang disebabkan Covid-19, tetapi ekonom kami memperingatkan bahwa setiap pemulihan dapat terganggu oleh efek pandemi yang sedang berlangsung,” kata WTO dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP, Selasa (6/10/2020).

WTO juga memperingatkan bahwa laju ekspansi perdagangan dapat melambat tajam setelah permintaan yang tertunda habis dan persediaan pasokan telah diisi ulang. Hasil yang lebih negatif juga bisa terjadi jika ada gelombang kedua virus corona hingga akhir tahun mendatang.

WTO juga memperkirakan Produk domestik bruto (PDB) global akan turun 4,8 persen pada 2020 sebelum naik 4,9 persen pada 2021.

“Perkiraan berdasarkan konsensus saat ini menempatkan penurunan PDB tertimbang pasar dunia pada 2020 akan minus 4,8 persen dibandingkan dengan minus 2,5 persen di bawah skenario yang lebih optimis yang diuraikan dalam perkiraan WTO April,” jelas WTO.

Sementara itu, Wakil Direktur Jenderal WTO Yi Xiaozhun mengatakan peningkatan Covid-19 yang membutuhkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) baru di beberapa negara dapat mengurangi pertumbuhan PDB global sebesar dua hingga tiga persen poin dan memangkas hingga empat persen poin pertumbuhan perdagangan pada 2021.

Perdagangan dalam negeri memainkan peran penting dalam menanggapi krisis ekonomi akibat pandemi dan memungkinkan banyak pemerintah untuk mengamankan akses makanan dan persediaan medis penting untuk kebutuhan dalam negerinya. (ATN)

Tags: World TradeWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.