• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

ZINC Target Penjualan Komoditas Tambang Senilai Rp1,2 Triliun di 2022

by Redaksi Asiatoday
March 21, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ZINC Target Penjualan Komoditas Tambang Senilai Rp1,2 Triliun di 2022

Aktivitas tambang bijih besi PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”), emiten produsen base metal di Indonesia, menangkap peluang positif dari peningkatan harga komoditas yang terus melonjak sejak satu tahun terakhir.

Perseroan melihat dengan harga komoditas saat ini, serta adanya peningkatan permintaan untuk komoditas bijih besi, serta logam dasar terutama untuk konsentrat timbal dan seng dari berbagai negara, akan turut mendorong kinerja ZINC hingga akhir tahun yang ditargetkan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

“Pada akhir tahun 2021, kami sudah memproyeksikan di tahun ini kinerja ZINC akan meningkat, dan kini akibat dari konflik di Eropa telah mengakibatkan sejumlah harga komoditas meningkat termasuk yang kami tambang. Hal ini memang dapat memberikan potensi kenaikan, namun kami akan tetap fokus untuk menjalankan Good Mining Practice untuk mempertahankan kinerja serta mengejar penyelesaian pambangunan smelter kami, dan tentunya kami juga terus menjalankan program-program keberlanjutan untuk CSR ZINC,” ujar Direktur ZINC, Evelyne Kioe dalam keterangan resmi, Senin (21/3/2022).

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Salah satu komoditas ZINC yang ditargetkan dapat memberikan peningkatan kontribusi penjualan di tahun ini yaitu dari bijih besi. Dengan harga bijih besi yang saat ini berada di kisaran USD145-USD155 per ton (kadar Fe 62%), pada tahun ini, ZINC menargetkan dapat menjual bijih besi sekitar 180.000 ton, dengan target kontribusi pendapatan dari bijih besi dapat mencapai USD18-USD20 juta, atau meningkat sekitar 45% dibandingkan kontribusi di tahun sebelumnya.

Diketahui, ZINC memiliki cadangan mineral bijih besi mencapai 23 juta ton yang belum dieksploitasi. Dengan adanya kenaikan harga dan permintaan yang stabil, Perseroan akan menggencarkan penambangan bijih besi dalam skala besar untuk target penjualan ke pasar domestik.

Selain bijih besi, pada tahun ini ZINC juga akan menggencarkan produksi dan penjualan untuk konsentrat timbal (Pb) dan seng (Zn). Dengan total area eksplorasi ZINC yang mencapai sekitar 1.600 Ha dari total luas area pertambangan Perusahaan sebesar 5.569 Ha, ZINC akan terus meningkatkan kapasitas produksi dengan target mencapai sebesar 550.000 – 642.000 ton ore.

Dari pantauan ZINC, harga komoditas timbal (Pb) dan Perak saat ini cenderung stabil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara untuk komoditas seng (Zn) telah mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan. Apabila harga komoditas dapat bertahan di kisaran USD 3.500/ton, maka dapat memberikan kontribusi berupa tambahan terhadap laba. Namun apabila harga komoditas terus bergerak fluktuatif, dapat memberikan pengaruh terhadap biaya produksi Perseroan.

Disamping itu, ZINC optimis di tahun 2022 dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Hal ini juga didukung oleh potensi peningkatan pendapatan dari smelter timbal ZINC yang sudah mulai beroperasi di tahun ini. Di mana, smelter timbal milik Perseroan merupakan smelter timbal pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini.

“Diharapkan kondisi ekonomi maupun politik global kembali pulih dan kondusif, dan tidak berkepanjangan. Sehingga kegiatan usaha baik di dalam negeri maupun global bisa kembali berjalan dengan baik, seiring dengan kondisi pandemi yang semakin terkendali. Dengan demikian, kinerja industri akan kembali bangkit dan tentunya kami juga berharap kinerja ZINC dapat semakin membaik ke depannya,” tutup Evelyn. (ATN)

Tags: Industri TambangKapuas Prima CoalZINC
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.