• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pacu Industri Pariwisata, Indonesia Dorong Peningkatan Konektivitas dengan Vietnam

by Redaksi Asiatoday
January 16, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pacu Industri Pariwisata, Indonesia Dorong Peningkatan Konektivitas dengan Vietnam

Ho Chi Minh City, Airport, Vietnam. ist

ASIATODAY.ID, HO CHI MINH – Pemerintah Indonesia terus berupaya mendukung dan melindungi investasi Indonesia di Vietnam, salah satunya melalui sektor industri pariwisata.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi dalam pertemuan dengan Country Market Manager Traveloka Vietnam, Huynh May Thy, dan General Director Hai Nam Co. Ltd, Mrs. Nguyen Thi Thu Sac, Perusahaan importir perikanan di Ho Chi Minh City pada, Rabu (15/01/2020).

Menlu Retno menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong dibukanya jalur penerbangan langsung Indonesia-Vietnam oleh maskapai Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“Saya telah dan akan terus berkomunikasi dengan Menlu Vietnam untuk memfasilitasi ijin pembukaan jalur langsung tersebut bagi maskapai-maskapai Indonesia,” tegas Retno saat bertemu pihak Traveloka Vietnam.

“Pemerintah Indonesia turut mendorong peningkatan konektivitas udara Indonesia-Vietnam melalui pembukaan dua jalur penerbangan langsung Ho Chi Minh City-Bali pada 2019. Pembukaan penerbangan langsung turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan Indonesia ke Vietnam sebesar 20 persen dan jumlah wisatawan Vietnam ke Indonesia sebesar 21 persen pada 2019,” ujar Menlu Retno, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Kamis (16/01/2020).

Pihak Traveloka menyampaikan bahwa terbatasnya pilihan penerbangan langsung menjadikan harga tiket masih mahal. Pembukaan jalur penerbangan langsung oleh maskapai Indonesia akan berdampak signifikan pada peningkatan arus wisatawan.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Hai Nam Co. Ltd, salah satu importir produk perikanan, Menlu mendorong peningkatan impor produk perikanan Indonesia dari perusahaan tersebut.

Tahun lalu, Hai Nam Co. Ltd mengimpor produk perikanan senilai kurang lebih USD2,5 juta dari Indonesia.

“Selain peningkatan impor produk perikanan Indonesia, Indonesia juga harapkan Hai Nam Co. Ltd dapat melakukan investasi joint venture dengan perusahaan Indonesia untuk membangun pabrik pengolahan perikanan di Indonesia,” ujar Menlu.

Indonesia pun mengundang Chairman Hai Nam Co. Ltd. berkunjung ke Indonesia untuk melihat potensi perikanan di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Natuna.

Traveloka memulai ekspansinya ke beberapa negara di Asia Tenggara pada 2015 dan menjadi salah satu Unicorn Indonesia yang melakukan ekspansi ke Vietnam. Traveloka masih mendominasi pasar untuk travel aplikasi online di Vietnam dengan demand yang tinggi untuk sektor penerbangan.

Sementara itu, Hai Nam Co., Ltd merupakan perusahaan perikanan swasta yang berdiri 1982 dan memiliki 2500 pekerja. Hai Nam juga telah mengekspor seafood ke AS, Jepang, Eropa, dan Taiwan. Hai Nam saat ini mengimpor produk perikanan dari beberapa negara termasuk Indonesia. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Kemenlu RIKerjasama Indonesia-VietnamTravel AsiaTraveloka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.