• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Biodiesel B30 Mulai Dinikmati Masyarakat di Sumatera Barat

by Redaksi Asiatoday
January 17, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Biodiesel B30 Mulai Dinikmati Masyarakat di Sumatera Barat

ASIATODAY.ID, PADANG – Masyarakat di Sumatera Barat mulai menikmati Biodiesel 30 (B30) yang disalurkan oleh Pertamina.

Melalui Integrated Terminal Teluk Kabung di Padang, pada tahap pertama ini Pertamina telah menyalurkan B30 sebanyak 2.712 kilo liter per hari untuk 136 SPBU di 18 kota kabupaten Sumatera Barat, Kota Pekanbaru, serta Kota Dumai.

“Tahap pertama ini, B30 sudah kita salurkan untuk 136 SPBU yang ada di Sumatera Barat, Pekanbaru dan Dumai Provinsi Riau,” terang Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat (17/01/2020).

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Dikatakan, penyaluran B30 dilakukan setelah sebelumnya telah dilakukan pengujian B30 di beberapa Fuel Terminal (FT) milik Pertamina. Ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah untuk menekan angka impor, khususnya pada Biosolar.

Penerapan B30 mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No 227 Tahun 2019 tentang penetapan komposisi FAME dari B20 menjadi B30.

“Setelah penyaluran di Sumatera Barat ini menyusul Sumatera Utara yang sudah kita uji coba dengan sukses pada Desember 2019 lalu,” jelasnya.

Integrated Terminal Teluk Kabung mendapat pasokan Fatty Acid Mathyl Ester (FAME) dari PT Ciliandra Perkasa.

Penggunaan B30 juga berdampak baik pada lingkungan karena mengurangi emisi gas rumah kaca. Pemerintah RI dan EPA (Environmental Protection Agency) di AS telah melakukan studi komprehensif emisi gas buang di mesin diesel. Kesimpulannya menunjukkan penurunan emisi gas buang untuk berbagai tingkat campuran biodiesel termasuk B30.

“Kami ingatkan kembali bahwa Biosolar B30 tergolong BBM bersubsidi, yang peruntukannya hanya bagi usaha mikro, kapal nelayan dan pertanian. Juga bagi kendaraan transportasi darat, kecuali mobil barang untuk pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari 6 (enam) buah,” tandas Roby. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: B30Biodisel IndonesiaEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen CarbonGreen EnergyPertamina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.