ASIATODAY.ID, PALEMBANG – Kota Palembang tengah menggenjot pemanfaatan energi terbarukan dengan membangun pembangkit listrik ramah lingkungan.
Pertengahan tahun ini, Pemerintah Kota Palembang menargetkan pembangkit listrik tenaga sampah atau PLTSa Keramasan mulai dibangun. Pembangkit tersebut disokong dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,7 triliun.
Menurut Walikota Palembang Harnojoyo, program itu bakal terwujud, karena didukung oleh Presiden Jokowi sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) 35/2018.
“Palembang menjadi salah satu dari 12 kota di Indonesia yang ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk membangun infrastruktur pengelola sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan,” terang dia melalui keterangan tertulis yang diterima Rabu, (29/01/2020).
Walikota Harnojoyo menjelaskan, problem sampah di Palembang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan karena produksinya sudah mencapai 1.200 ton per hari. Sementara daya angkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA) hanya dikisaran 600 hingga 800 ton perhari.
“Dengan dibangunnya PLTSa berkapasitas 1.000 ton sampah per hari ini, bukan hanya persoalan sampah yang teratasi tapi juga dapat menghasilkan daya listrik 20 megawatt,” imbuhnya.
Sejauh ini kata dia, pihaknya terus membangun komunikasi dengan PLN untuk segera menindaklanjuti program tersebut.
Pemkot Palembang sendiri telah menyiapkan skema kerja sama antara tiga pihak yakni PLN, Pemkot dan PT Indo Green.
“Tindaklanjutnya terserah PLN, apakah energi yang dihasilkan akan dijual atau akan digunakan sendiri,” jelasnya.
General Manager PT PLN S2WJB Daryono menambahkan, penetapan tarif listrik sepenuhnya ada pada pemerintah, begitupun tentang tarif pembelian energi listrik PLTSa.
“Nanti kita beli ke pihak ketiga PT Indo Green dengan perhitungan kisaran USD13 per kWh,” tandasnya. (ATN)
,’;\;\’\’
