• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pulang dari Australia, Jokowi Instruksikan EODB Indonesia harus Masuk 40 Besar Dunia

by Redaksi Asiatoday
February 13, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pulang dari Australia, Jokowi Instruksikan EODB Indonesia harus Masuk 40 Besar Dunia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh menteri di kabinetnya untuk memacu akselerasi dan peringkat kemudahan berbisnis (EODB) di Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia masih berada di peringkat 73 dari 190 negara.

“Saya instruksikan kepada seluruh menteri agar kita berada pada posisi di 40,” kata Jokowi yang baru saja pulang dari Australia dan langsung memimpin rapat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Presiden Jokowi mengatakan, untuk menggenjot EODB, pemerintah perlu memperbaiki sejumlah indikator. Posisi Indonesia pada indikator ini sebagian besar masih berada di bawah 100 besar.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Starting a business (memulai bisnis), ini peringkatnya masih di 140, dealing with construction permit (urusan izin konstruksi) masih di posisi 110,” jelasnya.

Posisi Indonesia di indikator pendaftaran properti berada di urutan 106. Jokowi ingin indikator ini dievaluasi total.

“Kemudian indikator trading across border (perdagangan lintas batas) ini juga stagnan di peringkat 116. Saya minta ini dilihat yang berhubungan dengan ini,” tegasnya.

Kepala Negara juga menyoroti peringkat pemberian kredit yang turun dari posisi 44 menjadi 48. Indikator penyelesaian kepailitan pun turun dari peringkat 36 ke 38.

“Saya instruksikan Menko (Menteri Koordinator) Perekonomian (Airlangga Hartarto)dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membuat dashboard monitoring dan evaluasi secara berkala sehingga bisa dipastikan perbaikan di komponen yang masih bermasalah,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Indeks EODBPresiden Jokowi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.