• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wabah Corona Gagal Dicegah, Ekonomi Indonesia tak bisa Diselamatkan

by Redaksi Asiatoday
March 24, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wabah Corona Gagal Dicegah, Ekonomi Indonesia tak bisa Diselamatkan

Lockdown Indonesia. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman resesi, satu-satunya cara yang harus ditempuh adalah mencegah wabah coronavirus (Covid-19) agar tidak meluas.

“Langkah itu bisa ditempuh dengan pilihan terbatas, salah satunya lockdown,” terang Ekonom senior Indef Dradjad Wibowo, dalam diskusi teleconference Indef, Selasa (24/3/2020).

Dikatakan,  pemerintah harus lebih tegas untuk melakukan pencegahan penyebaran virus dibanding mempertimbangkan perekonomian.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Dradjad memandang, perekonomian saat ini sudah sangat tertekan akibat pandemi Covid-19. Penyelamatan terbaiknya adalah dengan mencegah wabah ini meluas, kalau perlu ambil langkah ekstrim untuk melakukan lockdown alias isolasi wilayah.

“Kalau ingin menyelamatkan ekonomi maka harus cegah wabahnya. Justru penyelamatan ekonomi paling bagus dan terbaik adalah mencegah wabahnya,” ungkap Dradjad lewat diskusi teleconference Indef, Selasa (24/3/2020).

Menurut Dradjad, pemerintah dan masyarakat harus lebih serius untuk mencegah wabah ini agar tidak meledak. Kalau tidak bisa mencegah wabah ini terus meluas, justru perekonomian akan makin anjlok, bahkan skenario terburuk tidak akan bisa diselamatkan.

“Kalau pemerintah ingin menyelamatkan ekonomi kita semua, pemerintah dan masyarakat harus all out untuk cegah wabah ini meledak. Pelajaran yang bisa diambil adalah kalau gagal mencegah wabah ini, ekonomi otomatis akan jauh merosot dan justru tidak ada lagi yang bisa diselamatkan,” imbuh Dradjad.

Dradjad pun menolak anggapan bahwa tak perlu melakukan hal ekstrim macam lockdown Indonesia bisa selamat dari corona. Dia tidak ingin pemerintah lambat dan membiarkan perekonomian terlanjur merosot sangat dalam.

“Banyak yang bilang ekonomi harus diselamatkan dan tidak perlu melakukan kegiatan yang ekstrem. Pandangan ini keliru. Melihat pengalaman Iran dan, Italia, ketika wabah mereka besar ekonomi praktis berhenti,” tandasnya.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan pandemi wabah coronavirus (Covid-19) akan menyebabkan resesi global pada tahun 2020 dan bisa lebih buruk dari krisis keuangan global 2008-2009. Namun output ekonomi dunia akan pulih pada tahun 2021.

Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, menyambut baik tindakan fiskal luar biasa yang telah diambil oleh banyak negara untuk meningkatkan sistem kesehatan dan melindungi perusahaan serta pekerja yang terdampa virus corona.

Demikian juga dengan langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.

“Bahkan lebih banyak kebijakan dibutuhkan, terutama di bidang fiskal,” katanya seperti dilansir CNA, Selasa (24/3/2020).

Georgieva menyampaikan pandangan baru itu setelah bertemu dengan para menteri keuangan dan bank sentral dari Kelompok G-20 yang setuju tentang perlunya solidaritas di seluruh dunia.

“Kerugian manusia akibat pandemi virus corona sudah tak terukur dan semua negara harus bekerja sama untuk melindungi orang dan membatasi kerusakan ekonomi,” kata Georgieva.

Virus yang menyebar dengan cepat itu telah menginfeksi 337.500 orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 14.600, sehingga beberapa negara melakukan penguncian.

Georgieva mengatakan prospek pertumbuhan global negatif dan IMF sekarang memperkirakan “resesi setidaknya sama buruknya dengan krisis keuangan global atau lebih buruk.”

Awal bulan ini, Georgieva memperingatkan bahwa pertumbuhan dunia 2020 akan berada di bawah angka 2,9 persen yang terlihat pada 2019, tetapi tidak dapat memprediksi resesi.

Perang perdagangan mendorong pertumbuhan global tahun lalu ke tingkat terendah sejak kontraksi 0,7 persen pada 2009.

Georgieva mengatakan pemulihan diperkirakan terjadi ada tahun 2021, tetapi untuk mencapainya negara-negara perlu memprioritaskan penguncian negara dan memperkuat sistem kesehatan.

“Dampak ekonomi sedang dan akan parah, tetapi semakin cepat virus berhenti, semakin cepat dan kuat pemulihan aka terjadin,” katanya.

Georgieva mengatakan IMF akan mengucurkan keuangan secara besar-besaran dan telah mencatat 80 negara telah meminta bantuan dan bahwa IMF siap untuk mengerahkan seluruh kapasitas pinjaman sebesar USD1 triliun. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona IndonesiaCOVID-19Dradjad WibowoIMFIndefResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.