• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wabah Covid-19 di Eropa Kian Ganas, di Spanyol 3.434 Tewas, Italia 7.503 Tewas

by Redaksi Asiatoday
March 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wabah Covid-19 di Eropa Kian Ganas, di Spanyol 3.434 Tewas, Italia 7.503 Tewas

Penanganan pasien Covid-19 di Spanyol. Ist

ASIATODAY.ID, MADRID – Ledakan jumlah kematian akibat pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) di Eropa kian mengganas.

Di Spanyol, angka kematian dalam sehari capai 738 jiwa yang dilaporkan pada Rabu, 25 Maret. Jumlah kematian itu dilaporkan yang tertinggi dalam satu hari.

Dengan total total kematian 3.434, Spanyol melampaui jumlah korban Covid-19 di China yang mencapai 3.285.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Sedangkan Italia angka kematian masih yang terbanyak di antara negara lain di dunia, yaitu 7.503 kematian. Jumlah kasus yang dikonfirmasi di Italia mencapai lebih dari 74.000.

Prancis, negara di Eropa lainnya melaporkan 231 kematian dalam 24 jam, menjadikan total kematian di negara itu menjadi 1.331. Sedangkan kasus infeksi di Prancis ada 22.654.

Kasus infeksi di Spanyol naik 20 persen dari hari sebelumnya menjadi 47.610.

Melansir Sky News, Kamis (26/3/2020) hotel-hotel di negara itu diubah menjadi rumah sakit dan gelanggang es di Kota Madrid digunakan sebagai kamar mayat sementara untuk menampung mayat sampai jasad dapat dikuburkan atau dikremasi.

Penyelidikan dimulai setelah tentara mendisinfeksi rumah jompo menemukan para orang lanjut usia ditelantarkan. Dalam beberapa kasus, para lansia itu ada yang meninggal.

Tentara Spanyol telah meminta kepada NATO untuk mengirimkan bantuan alat uji virus corona, ventilator dan alat perlindungan diri medis.

Sementara itu, Parlemen Spanyol setuju untuk memperpanjang prosedur pembatasan wilayah atau lockdown hingga 11 April.

Menurut pusat penelitian Johns Hopkins University, ada lebih dari 435.000 kasus virus corona di seluruh dunia, dengan lebih dari 19.600 kematian.

China memiliki kasus infeksi Covid-19 tertinggi dengan 81.500, Italia kedua dengan lebih dari 69.000 dan AS ketiga dengan lebih dari 55.000.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah kasus virus corona global diperkirakan akan meningkat “lebih tinggi”. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona EropaCoronavirusCOVID-19ItaliaPandemi GlobalSpanyolWHOWorld Corona
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.