• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Kian Khawatir Covid-19 Belum Terbendung dan Pertumbuhan Infeksi Terus Meningkat 

by Redaksi Asiatoday
April 2, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pusat Pandemi Corona Kini Bergeser ke Eropa  

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus didampingi Kepala Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kian khawatir melihat wabah coronavirus (Covid-19) yang hingga kini belum mampu dibandung.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyuarakan keprihatinan mendalam tentang ‘peningkatan yang cepat dan penyebaran global’ kasus covid-19. Penyebaran virus mematikan itu, kini telah mencapai 205 negara dan wilayah.

Ghebreyesus mengatakan bahwa WHO,  Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) mendukung bantuan utang, yang nantinya digunakan untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi konsekuensi sosial dan ekonomi pandemi.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

“Dalam lima minggu terakhir telah terjadi pertumbuhan yang hampir eksponensial dalam jumlah kasus baru. Sedangkan jumlah kematian meningkat dua kali lipat dalam sepekan terakhir,” Tedros mengatakan pada konferensi pers virtual di Jenewa, melansir AFP, Kamis (2/4/2020).

“Dalam beberapa hari ke depan kita akan mencapai 1 juta kasus (covid-19) yang dikonfirmasi dan 50.000 kematian di seluruh dunia,” katanya.

China, tempat wabah virus corona pertama kali muncul pada Desember, justru melaporkan berkurangnya infeksi baru. Pada Rabu 1 April, China untuk pertama kalinya mengungkapkan jumlah kasus tanpa gejala, yang dapat memperumit bagaimana tren dalam wabah itu dibaca.

Angka terakhirnya mengecualikan 130 penderita baru dari penyakit yang sangat menular yang tidak menunjukkan gejala.

Ditanya tentang perbedaannya, Dr Maria ver Kerkhove, seorang ahli epidemiologi WHO yang merupakan bagian dari tim internasional yang pergi ke China pada Februari mengatakan, definisi WHO termasuk kasus yang dikonfirmasi laboratorium terlepas dari perkembangan gejala.

“Dari data yang telah kami lihat dari China khususnya, kami tahu bahwa orang-orang yang diidentifikasi, yang terdaftar sebagai tanpa gejala, sekitar 75 persen dari mereka yang benar-benar mengembangkan gejala,” kata Ghebreyesus.

Ghebreyesus menggambarkan mereka telah berada dalam ‘fase pra-gejala’. 

“Wabah terus didorong oleh orang-orang yang menunjukkan tanda-tanda penyakit termasuk demam dan batuk, tetapi penting bagi WHO untuk menangkap spektrum penuh penyakit”, tambahnya.

“Banyak negara, negara-negara berkembang tidak dapat benar-benar mendukung masyarakat mereka terutama selama penutupan menyeluruh (lockdown), terutama anggota masyarakat yang bekerja untuk makanan sehari-hari mereka. Itulah sebabnya kami meminta komunitas internasional untuk memiliki pengurangan utang demi mendukung negara-negara tersebut,” Ghebreyesus menambahkan.

“Kami mengusulkan proses yang dipercepat untuk mendukung negara-negara sehingga ekonomi mereka tidak masuk ke krisis, (dan) komunitas mereka tidak masuk ke dalam krisis,” tandas Ghebreyesus. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: COVID-19IMFWHOWorld BankWorld Corona
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.