• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Darurat Pendidikan, Ancaman Putus Sekolah dan DO di Depan Mata

by Redaksi Asiatoday
May 1, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Darurat Pendidikan, Ancaman Putus Sekolah dan DO di Depan Mata

Suasana sepi ruang perkuliahan salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia kini memasuki kondisi darurat pendidikan. Pemerintah sebaiknya memperhatikan sektor pendidikan sebagaimana sektor kesehatan, jaminan sosial, dan ekonomi di tengah pandemi coronavirus (covid-19). Demikian diungkapkan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Jumat (1/5/2020).

Menurut Syaiful Huda, pemerintah harus segera merumuskan skema bantuan bagi PAUD, TK, Sekolah, hingga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terdampak Covid-19.

“Jika hal ini terlambat, dikhawatirkan jumlah siswa dan mahasiswa drop out atau putus sekolah akan meningkat tajam,” ujar Huda melalui keterangan tertulisnya.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Huda mengungkapkan, berdasarkan jajak pendapat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu menunjukkan, 56 persen sekolah swasta saat ini tengah mengalami kesulitan finansial akibat terdampak pandemi covid-19.

“Kondisi ini akan terus memburuk dalam beberapa bulan ke depan, jika tidak ada upaya konkret dari Pemerintah untuk menyelamatkan lembaga pendidikan swasta dari kondisi ini,” terangnya.

Huda memandang, lembaga pendidikan swasta ini harus segera mendapatkan bantuan. Terlebih lagi, lembaga pendidikan swasta telah berpuluh-puluh tahun menjadi penyangga utama penyelenggaraan pendidikan di Tanah Air.

Hal ini terjadi akibat timpangnya jumlah lembaga pendidikan milik pemerintah dengan anak usia didik di Indonesia.

“Kemampuan lembaga pendidikan milik Pemerintah sangat terbatas dalam menampung anak usia sekolah, sehingga peran lembaga pendidikan swasta selama ini sangat krusial,” imbuhnya.

Huda mencontohkan, di tingkat PAUD saja misalnya, TK milik pemerintah hanya berjumlah 3.363 lembaga, sedangkan TK swasta mencapai 87.726 lembaga. Kondisi serupa juga terlihat di jenjang pendidikan tinggi, jumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hanya sekitar 370 lembaga, sedangkan Perguruan Tinggi Swasta mencapai 4.043 lembaga.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dalam waktu dekat angka putus sekolah dan drop out akan meningkat karena sekolah dan PTS berpotensi tutup, akibat tidak mampu membiayai operasional lantaran orang tua siswa ataupun mahasiswa yang terdampak virus corona ini tidak mampu membayar biaya pendidikan,” paparnya.

Huda memandang, Pemerintah harus memberi perhatian besar kepada sektor pendidikan. Pemerintah seharusnya tidak ragu untuk menggelontorkan dana berapapun untuk menyelamatkan sektor pendidikan.

“Jika di sektor lain Pemerintah bisa memberikan stimulus besar-besaran, harusnya pemerintah juga tidak ragu mengucurkan dana berapapun besarnya agar dunia Pendidikan bisa selamat dari dampak wabah covid-19,” tandasnya. (ATN)

Tags: Darurat PendidikanKemendikbudKomisi X DPR RIPendidikanPerguruan Tinggi Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.