• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Warga Kelaparan akibat Lockdown, Afganistan Bagi-bagi Roti

by Redaksi Asiatoday
May 5, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Warga Kelaparan akibat Lockdown, Afganistan Bagi-bagi Roti

Warga Afganistan menunggu pembagian roti. Foto : Reuters

ASIATODAY.ID, KABUL – Pemerintah Afganistan membagikan roti gratis kepada ratusan ribu orang di seluruh negeri pada minggu ini, menyusul terganggunya pasokan akibat karantina wilayah (lockdown) Covid-19, yang juga menimbulkan lonjakan harga.

Melansir Reuters pada Selasa (5/5/2020), lebih dari 250.000 keluarga di ibukota Kabul telah menerima sepuluh roti Naan datar per hari pada distribusi fase pertama.

Presiden Mohammad Ashraf Ghani mengatakan program distribusi roti juga dilakukan di kota-kota lain, karena kenaikan harga menjadi pukulan berat bagi negara termiskin di dunia tersebut, di mana lebih dari setengah penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Inflasi tahunan Afganistan sebesar 12,1 persen pada April lalu, dan inflasi makanan mencapai 27 persen, naik 11 persen dari sebulan sebelumnya, menurut keterangan Omar Joya, ekonom Institut Biruni di Kabul.

“Mengingat tingginya ketergantungan Afganistan pada makanan impor dan produk non-makanan, gangguan dalam perdagangan sebagai akibat dari penutupan perbatasan dapat memiliki dampak parah pada inflasi domestik,” ungkap Joya.

Lonjakan harga pangan di bulan suci Muslim Ramadan, dikatakan sebagai pukulan telak bagi sebuah negara yang terhuyung-huyung oleh konflik puluhan tahun antara tentara AS dan gerilyawan Taliban.

“Situasi Covid-19 di Afganistan dengan cepat berubah dari keadaan darurat kesehatan ke krisis pangan dan mata pencaharian,” kata Parvathy Ramaswami, wakil direktur negara Program Pangan Dunia, Afganistan.

Diketahui, Afganistan melaporkan 3.224 kasus positif virus corona, termasuk 95 kematian. (ATN)

Tags: AfganistanCOVID-19Lockdown
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.