• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Warga Kelaparan akibat Lockdown, Afganistan Bagi-bagi Roti

by Redaksi Asiatoday
May 5, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Warga Kelaparan akibat Lockdown, Afganistan Bagi-bagi Roti

Warga Afganistan menunggu pembagian roti. Foto : Reuters

ASIATODAY.ID, KABUL – Pemerintah Afganistan membagikan roti gratis kepada ratusan ribu orang di seluruh negeri pada minggu ini, menyusul terganggunya pasokan akibat karantina wilayah (lockdown) Covid-19, yang juga menimbulkan lonjakan harga.

Melansir Reuters pada Selasa (5/5/2020), lebih dari 250.000 keluarga di ibukota Kabul telah menerima sepuluh roti Naan datar per hari pada distribusi fase pertama.

Presiden Mohammad Ashraf Ghani mengatakan program distribusi roti juga dilakukan di kota-kota lain, karena kenaikan harga menjadi pukulan berat bagi negara termiskin di dunia tersebut, di mana lebih dari setengah penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Inflasi tahunan Afganistan sebesar 12,1 persen pada April lalu, dan inflasi makanan mencapai 27 persen, naik 11 persen dari sebulan sebelumnya, menurut keterangan Omar Joya, ekonom Institut Biruni di Kabul.

“Mengingat tingginya ketergantungan Afganistan pada makanan impor dan produk non-makanan, gangguan dalam perdagangan sebagai akibat dari penutupan perbatasan dapat memiliki dampak parah pada inflasi domestik,” ungkap Joya.

Lonjakan harga pangan di bulan suci Muslim Ramadan, dikatakan sebagai pukulan telak bagi sebuah negara yang terhuyung-huyung oleh konflik puluhan tahun antara tentara AS dan gerilyawan Taliban.

“Situasi Covid-19 di Afganistan dengan cepat berubah dari keadaan darurat kesehatan ke krisis pangan dan mata pencaharian,” kata Parvathy Ramaswami, wakil direktur negara Program Pangan Dunia, Afganistan.

Diketahui, Afganistan melaporkan 3.224 kasus positif virus corona, termasuk 95 kematian. (ATN)

Tags: AfganistanCOVID-19Lockdown
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.