• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para menteri ekonomi di ASEAN sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam kerangka mendorong stabilitas perdagangan di kawasan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga mewakili menteri perdagangan sebagai Asean Economic Minister (AEM) untuk Indonesia saat menghadiri pertemuan The Special ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Virtual Conference Meeting on Covid-19 Responses.

Pertemuan ini membahas upaya bersama negara ASEAN dalam menghadapi pandemi covid-19, dan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan para Kepala Negara/Pemerintahan Asean dalam Declaration of the Special Asean Summit on Coronavirus Disease 2019 dan pertemuan AEM terdahulu yang menghasilkan AEM’s Statement on Strengthening ASEAN’s Economic Resilience in Response to the Outbreak of Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Indonesia bersama para menteri ekonomi ASEAN berkomitmen menggali mekanisme guna menjaga konektivitas rantai pasok dan memastikan kelancaran arus perdagangan barang-barang penting (essential products) di kawasan Asia Tenggara, khususnya yang terkait penanganan pandemi covid-19,” kata Jerry melalui keterangan tertulisnya, yang diterima Senin (8/6/2020).

Para menteri ekonomi ASEAN juga turut menyepakati Hanoi Plan of Action on Strengthening Asean Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to the Covid-19 Pandemic.

Kesepakatan tersebut memuat langkah-langkah kerja sama di bidang fasilitasi perdagangan barang-barang penting seperti makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan produk-produk terkait lainnya. Kemudian fasilitasi produksi serta akses terhadap obat-obatan dan vaksin covid-19 melalui penguatan konektivitas rantai pasok.

Menueit Jerry, Hanoi Plan of Action ini diharapkan mampu mendorong negara anggota Asean lebih proaktif mengimplementasikan langkah konkret seperti penggunaan Affixed Signature and Stamp (ASnS) untuk mempertahankan kelancaran arus perdagangan di tengah kebijakan social-distancing, mengoptimalkan Asean Single Window sebagai platform pertukaran dokumen administrasi perdagangan, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0 dalam menghadapi the new normal.

“Kunci untuk mempertahankan jaringan produksi dan arus keluar-masuk barang dan jasa terletak pada kesungguhan seluruh negara ASEAN untuk memanfaatkan teknologi informasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, para Menteri Ekonomi ASEAN saling bertukar informasi dan praktik terbaik mengenai kebijakan ekonomi di masing-masing negara untuk menanggulangi dampak negatif pandemi covid-19. Mereka juga menyambut baik usulan kerja sama dari Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) yang akan diwujudkan melalui Joint Statement on Covid-19 by Asean Business Advisory Council and Joint Business Council (JBC) and Partners Sector Champions.

Adapun pemerintah dan pelaku usaha ASEAN berkomitmen untuk bekerja sama dalam menangani pandemi covid-19, termasuk upaya memitigasi dampak negatif pada bidang sosial dan ekonomi. Beberapa sektor usaha di Asean yang terkena imbas negatif dari pandemik covid-19 di antaranya bidang usaha perjalanan, barang-barang penting dan rantai pasokan terkait, layanan medis, dan alat digital.

“Pemerintah Indonesia memprioritaskan perlindungan kesehatan masyarakat dengan tetap menjaga agar rantai produksi dan distribusi barang penting, baik di dalam maupun ke luar negeri, tetap berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (AT Network)

Tags: AseanAsean EconomicASEAN Economic MinistersAsean Outlook
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.