ASIATODAY.ID, JAKARTA – Jajaran TNI Angkatan Udara (AU) hingga kini masih mengivestigasi penyebab kecelakaan pesawat latih BAe 209 TT-0208 di Kampar, Riau.
Belum dapat disimpulkan apakah kecelakaan akibat human error atau karena ada unsur lain.
Pengamat penerbangan Alvin Lie membeberkan sejumlah faktor yang bisa menyebabkan pesawat TNI AU tersebut mengalami kecelakaan.
“Di dalam pesawat saya cukup yakin pilot dalam kondisi mampu mengendalikan pesawat hingga terakhir. Mungkin human error terjadi di luar pesawat, maka faktor penyebab lain perawatan pesawat. Kita tidak bisa mengatakan sabotase, tapi bisa saja,” kata Alvin saat berbicara melalui sambungan telepon dalam Breaking News Metro TV, Senin (15/6/2020).
Pesawat Hawk 209 itu juga bisa jatuh karena luput dari pemeriksaan sebelum lepas landas. Alvin mengatakan pilot terlebih dahulu memastikan pesawat dalam kondisi baik sebelum berangkat.
“Pada saat berangkat, masalah biasa saja. Ketika pesawat mengudara, masalah itu menjadi lebih serius,” ujar dia.
Pilot juga harus memastikan jam terbang pesawat. Apakah penerbangan pertama atau kedua, mengingat kecelakaan terjadi pada pagi hari. Jika penerbangan pertama, pilot harus mengecek bahan bakar sebelum berangkat.
Alvin meyakini ada pengembunan pada bahan bakar jika baru beroperasi pagi hari.
“Pagi itu biasa membuang apabila ada pengembunan, air itu harus dibuang dulu. Bisa juga bahan bakar yang kotor,” jelasnya.
Menurut Alvin, beberapa faktor tersebut harus diinvestigasi. Terlepas dari investigasi penyebab pesawat jatuh, dia mengimbau aparat TNI AU menjaga ketat lokasi jatuh untuk mencegah ledakan dan upaya usil dari pihak yang ingin mengutak-atik bangkai pesawat.
“Bangkai pesawat ini nanti digunakan untuk diteliti kondisinya dan apa yang menyebabkan jatuh. Walaupun hasilnya tidak diumumkan ke publik,” imbuhnya.
Pesawat TNI AU jatuh di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau pada Senin pagi (15/6/2020). Pecahan pesawat menimpa pekuburan dan rumah warga.
Pesawat yang jatuh di Kampar, Riau, berjenis BAe Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209. Pilot yang menerbangkan pesawat tersebut bernama Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skuadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Pilot berhasil selamat dengan melontarkan diri sebelum pesawat jatuh.
Sebagai referensi, pesawat TNI tersebut berjenis Hawk 209 pabrikan British Aerospace.
Menyitat tni-au.mil.id, Hawk 209 TT merupakan jet tempur ringan latih (trainer) produksi perusahaan dari Britania Raya. Pesawat ini mulai diproduksi sejak 1974.
Hawk merupakan pesawat jet latih interim untuk pesawat tempur jet generasi 4 seperti F-16 dan F-15 pabrikan General Dynamic. Pesawat ini menggunakan radar modern APG-66, khusus varian Mk 200, dan rudal AIM-9 Sidewinder.
Hawk Mk 109/209 ialah kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia sejak tahun 1997 untuk TNI-AU. Pada 1980-an, TNI-AU juga pernah membeli sejumlah Hawk Mk 53.
Hawk Mk 209 dikhususkan mengemban misi penguasaan udara dan penyerang darat. Pesawat ini memiliki varian kokpit berkursi satu. (ATN)
