• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Studi: 1,7 Miliar Populasi Global Berisiko Tinggi Terpapar Covid-19

by Redaksi Asiatoday
June 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Studi: 1,7 Miliar Populasi Global Berisiko Tinggi Terpapar Covid-19

Pemakaian masker di ruang publik menjadi salah satu cara efektif untuk menghindari penularan Covid-19. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru London School of Hygiene & Tropical Medicine (LSHTM), Inggris menyebutkan, sekitar 22 persen populasi dunia atau 1,7 miliar manusia dengan kondisi kesehatan kurang baik berisiko tinggi terinfeksi coronavirus (COVID-19).

Menurut penelitian yang sudah diterbitkan dalam jurnal The Lancet Global Health itu, 1,7 miliar manusia memiliki setidaknya satu kondisi mendasar yang membuat mereka bersiko tinggi COVID-19 jika terinfeksi.

Penelitian tersebut didasarkan pada studi pemodelan yang menggunakan data dari 188 negara, tidak memperhitungkan orang tua yang sehat tanpa kondisi kesehatan yang mendasarinya, sebuah kelompok yang juga diketahui berisiko karena usia mereka.

RelatedPosts

Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Penelitian itu juga mengecualikan faktor-faktor risiko seperti kemiskinan dan obesitas, yang dapat memengaruhi kerentanan seseorang terhadap penyakit menular dan akses ke perawatan yang layak.

Studi ini mendefinisikan 11 kategori kondisi mendasar yang mungkin meningkatkan risiko COVID-19 parah, data penambangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga kesehatan di Amerika Serikat dan Inggris.

“Perkiraan jumlah individu dengan peningkatan risiko paling sensitif terhadap prevalensi penyakit ginjal kronis, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit pernapasan kronis,” kata Associate Professor Andrew Clark dari London School of Hygiene & Tropical Medicine (LSHTM), Inggris dan penulis utama penelitian ini.

Penulis penelitian mengatakan bahwa penelitian mereka telah difokuskan pada kondisi kesehatan yang mendasari untuk mempertimbangkan jumlah individu yang mungkin perlu dilindungi atau divaksinasi sebagai pandemi yang mengamuk di seluruh dunia.

Penelitian lebih lanjut memperkirakan bahwa sekitar 4 persen dari populasi global atau sekitar 349 juta orang akan memerlukan rawat inap, jika mereka terkena virus corona baru.

Ia menambahkan bahwa angka tersebut termasuk pasien tanpa kondisi medis yang mendasarinya, seperti orang dewasa yang sehat dan lebih tua, memperingatkan bahwa risiko rawat inap akan melambung seiring bertambahnya usia.

“Ketika negara-negara keluar dari penguncian (lockdown), pemerintah mencari cara untuk melindungi yang paling rentan dari virus yang masih beredar. Kami berharap perkiraan kami akan memberikan titik awal yang berguna untuk merancang langkah-langkah untuk melindungi mereka yang berisiko tinggi terhadap penyakit parah,” kata Associate Professor Andrew Clark.

Penyakit COVID-19 ditularkan dari satwa liar ke manusia dan pertama kali muncul di kota Wuhan di China akhir tahun lalu. Ini telah mempengaruhi 213 negara dan wilayah di seluruh dunia dan sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 8.186.240 orang dan menewaskan lebih dari 441.200. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19London School of Hygiene & Tropical Medicine
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities
  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.