• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ADB Luncurkan Program Pendanaan Kontinjensi Bencana Alam

by Redaksi Asiatoday
August 2, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertumbuhan Ekonomi Negara di Asia Diproyeksi Membaik Tahun 2020

Kantor Asian Development Bank (ADB). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) meluncurkan sebuah program mekanisme pendanaan baru, yang disebut pembiayaan kontinjensi bencana atau CDF (contingent disaster financing), Kamis (1/8/2019).

Program itu dirancang untuk mendukung negara-negara berkembang yang menjadi anggota bank dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana dan menyediakan pencairan cepat dukungan anggaran setelah bencana alam.

“CDF akan menyediakan sumber dana yang cepat dan fleksibel untuk negara-negara berkembang yang terkena dampak bencana sampai dana dari sumber lain tersedia,” kata Direktur Jenderal Strategi, Kebijakan dan Tinjauan ADB, Tomoyuki Kimura dalam keterangan resminya kepada asiatoday.id, Jumat (2/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Ini juga akan membantu meningkatkan kesiapsiagaan dan manajemen risiko yang lebih besar di negara-negara berkembang yang rentan terhadap bencana,” tambah Kimura.

Asia-Pasifik adalah wilayah paling rawan bencana alam di dunia. Antara 2014 dan 2017, negara-negara di kawasan itu mengalami 55 gempa bumi, 217 badai dan topan, serta 236 kasus banjir parah, mempengaruhi 650 juta orang dan menyebabkan sekitar 33.000 kematian, menurut PBB.

Bank yang berbasis di Manila itu mengatakan CDF, yang disetujui Dewan Direksi ADB pada Kamis, akan mencakup bencana yang dipicu oleh bahaya alam seperti angin topan, banjir, gempa bumi, kekeringan, dan tsunami.

“Fitur utama CDF adalah bahwa ia mendukung reformasi kebijakan penting untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana yang harus diselesaikan sebelum bencana alam terjadi. Setelah CDF disetujui untuk suatu negara, CDF akan tetap aktif sampai terjadi bencana,” jelasnya.

Negara kemudian dapat dengan cepat mengakses pembiayaan yang disetujui untuk membantu meringankan kendala fiskal untuk upaya bantuan darurat dan pemulihan dan menghindari realokasi yang mengganggu dari program anggaran prioritas.

“Bila perlu, pencairan CDF dapat disertai dengan bantuan tindak lanjut melalui instrumen darurat ADB lainnya atau pinjaman reguler untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi,” tandas Kimura. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: ADBAsian Development Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.