• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Hyundai di Indonesia tidak Terdampak Covid-19, Progres Pabrik Capai 22 Persen

by Redaksi Asiatoday
June 30, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Hyundai di Indonesia tidak Terdampak Covid-19, Progres Pabrik Capai 22 Persen

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat di lokasi pembangunan pabrik Hyundai. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengapresiasi progres pembangunan pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang kini mencapai 22 persen. Capaian itu diklaim melampaui target yang ditetapkan sebesar 20 persen, meskipun dalam kondisi pandemi covid-19.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengapresiasi komitmen para investor, terutama dari Korea Selatan dalam merealisasikan investasinya.

Sejalan dengan itu, BKPM memastikan juga komitmennya dalam melakukan pengawalan investasi, di antaranya memfasilitasi perizinan, bahan baku, dan menangani persoalan lahan.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Saya selalu berusaha menyelesaikan permasalahan investasi dengan tangan saya secara langsung. Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Indonesia menjaga hubungan baik dengan investor dari Korea Selatan,” kata Bahlil, dikutip Antara, Selasa (30/6/2020).

Presiden Hyundai Asia Pacific Lee Young Tack menyampaikan saat ini perkembangan pembangunan pabrik HMMI sudah mencapai 22 persen. Capaian ini melebihi target karena rencana konstruksi semestinya baru 20 persen pada tahap sekarang.

“Kami berterima kasih atas bantuan Pemerintah Indonesia, khususnya BKPM dalam memfasilitasi investasi kami di Indonesia. BKPM sangat mendorong kami untuk tetap beroperasi selama masa covid-19 dan juga telah meminta kepada pemerintah daerah mendukung investasi Hyundai agar tetap berjalan,” kata Lee.

Selanjutnya, Hyundai akan mengimpor mesin-mesin produksi serta mendatangkan tenaga ahli dari Korea Selatan untuk pembangunan pabriknya.

Untuk membantu Hyundai, BKPM terus melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul dan kementerian/lembaga terkait di Indonesia.

“Kami dibantu oleh BKPM untuk kemudahan proses rekomendasi visa dan izin impor mesin-mesin. Kami akan menjadwal ulang rencana ‘groundbreaking’ yang semula akan diadakan pada bulan April 2020, namun ditunda karena adanya pandemi covid-19,” kata Lee.

PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) merupakan anak perusahaan Hyundai Motor Company yang akan memproduksi kendaraan roda empat di Kota Delta Mas, Cikarang Tengah, Jawa Barat, dengan nilai total rencana investasi mencapai USD1,55 miliar hingga 2030.

PT HMMI berencana memulai produksi komersialnya pada akhir 2021, dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun atau dapat mencapai kapasitas produksi maksimal sebanyak 250 ribu unit per tahun.

Selain memasok pasar lokal Indonesia, PT HMMI juga akan mengekspor produk Hyundai ke kawasan ASEAN lainnya, termasuk Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina. (ATN)

Tags: BKPMHyundaiKerjasama Indonesia-Korea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.