• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Karet dari Sumatera Utara Mulai Bangkit

by Redaksi Asiatoday
July 13, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Turun 10 Persen, Ekspor Karet Indonesia dari Sumatera Utara Hanya 410 Ribu Ton

Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, salah satu pintu ekspor dan impor Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Meningkatnya permintaan dari China turut mendongkrak ekspor karet dari Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, ekspor karet daerah itu mulai bangkit pada Juni 2020.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah, menyebut volume ekspor Karet Sumut pada Juni 2020 mencapai 28.012 ton. Realisasi tersebut meningkat 87 persen dibandingkan dengan ekspor Mei 2020 sebanyak 14.975 ton.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Ekspor karet Sumut mulai membaik pada Juni, setelah sempat anjlok 39,35 persen pada Mei 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor pada Mei 2020 merupakan puncak penurunan pada masa pandemi Covid-19.

Pemulihan volume ekspor didorong oleh meningkatnya permintaan dari China. Negeri Tirai Bambu menjadi negara tujuan dengan volume ekspor terbesar pada bulan tersebut yaitu sebesar 5.715 ton.

“Sebelum China, ekspor Karet paling besar adalah Jepang yang kini berada di posisi ketiga,” jelas Edy melalui keterangan tertulisnya, yang diterima Senin (13/7/2020).

Edy mengatakan Karet Sumut diekspor ke 32 negara. Sebanyak 6 negara menjadi tujuan utama dengan kontribusi 71,6 persen terhadap total ekspor.

China menempati urutan pertama dengan kontribusi 20,4 persen, diikuti Amerika Serikat sebesar 19,7 persen, Jepang 9,5 persen, India 9,3 persen, Brasil 8,5 persen, dan Korea sebesar 4,2 persen.

Gapkindo memperkirakan volume ekspor pada Juli masih akan terjadi peningkatan. Permintaan yang meningkat didorong oleh mulai aktifnya negara konsumen setelah sebelumnya ada pembatasan produksi. Permintaan pada Juli diperkirakan didominasi dari China, AS, dan India.

“China mulai Mei lebih aktif dan saat ini sudah di posisi ke pertama sebagai negara tujuan ekspor. Sebaliknya, Jepang sebelumnya pada posisi pertama, saat ini berada pada posisi ketiga. Kami perkirakan stok dari pengapalan April dan Mei masih mencukupi,” tandasnya. (ATN)

Tags: Ekspor IndonesiaEkspor KaretEkspor Pertanian
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.