• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Ekowisata Jateng Valley Mulai Dibangun, Terbesar di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
August 15, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekowisata Jateng Valley Mulai Dibangun, Terbesar di Asia Tenggara

Groundbreaking Ekowisata Jateng Valley. Ist

ASIATODAY.ID, SEMARANG – Setelah sempat tertunda sejak 2010, wahana Jateng Valley akhirnya mulai dibangun.

Berdiri diatas areal seluas 370 hektare, wahana ini digadang-gadang menjadi destinasi wisata terbesar di Asia Tenggara.

Pembangunan Jateng Valley ini menjadi kado istimewa Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang tengah merayakan hari jadi ke-70.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Bertepatan dengan momentum itu pula, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan Jateng Valley di hutan Penggaron desa Ungaran Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang, Sabtu (15/8/2020).

“Proyek ini sebenarnya sudah digagas sejak 2010 lalu. Tapi karena begitu rumitnya birokrasi saat itu, akhirnya proyek molor dan baru terealisasi tahun ini,” kata Direktur PT Taman Wisata Jateng, Priyo Handoko, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (15/8/2020).

Menurut Priyo, pembangunan Jateng Valley awalnya diproyeksikan menghabiskan anggaran Rp2 triliun. Namun dengan perkembangan terbaru, proyek itu nilainya menjadi membengkak hingga berkalilipat.

“Nantinya di areal ini akan dibangun destinasi wisata yang memiliki fasilitas lengkap mulai dari resort, hotel, taman bermain, taman edukasi, mice, outbond, science centre dan banyak lagi destinasi lain. Intinya, tidak hanya menawarkan hiburan, tapi juga edukasi,” jelasnya.

Pembangunan Jateng Valley akan berlangsung bertahap dengan sistem multiyears.

“Dengan luas yang hampir 400 hektare, ini akan menjadi obyek wisata terbesar se Asia Tenggara,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengutarakan proses pembangunan Jateng Valley membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan sejak dirinya belum menjadi gubernur, rencana pembangunan itu sudah digagas.

“Kendalanya macam-macam, ada administrasi, soal paradigma dan lainnya. Mungkin, saat itu kalau orang mau investasi dipersulit. Mungkin ya, makanya saya tadi sampaikan, bahwa saya sepertinya terlahir untuk jadi Buldozer untuk membereskan masalah-masalah seperti ini, dan jadilah seperti hari ini,” kata Ganjar.

Ganjar meyakini, pembangunan Jateng Valley akan memberikan dampak bagi masyarakat Jawa Tengah. Dengan adanya destinasi wisata baru itu, maka wisatawan akan banyak berdatangan dan ekonomi bergeliat.

Meski begitu, Ganjar mewanti-wanti pengelola Jateng Valley agar tetap berorientasi pada lingkungan dalam pembangunannya. Sebab, lokasi hutan Penggaron yang masih asri harus tetap terjaga.

“Karena ini tempat wisata yang mau dibuat di hutan, saya harapkan orientasi lingkungan tetap nomor satu. Saya minta detil itu diperhatikan, termasuk energinya menggunakan green energy. Agar, orang datang ke sini selain mendapat hiburan juga mendapat pelajaran tentang eco friendly. Tempatnya enak, nyaman, hutannya masih terjaga dan semua yang datang sadar pentingnya menjaga lingkungan,” imbuhnya. (ATN)

Tags: EkowisataJateng ValleyJawa TengahPT Taman Wisata Jateng
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.