• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, July 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Infeksi Covid-19 Melonjak, Korsel Desak Warga Tinggal di Rumah

by Redaksi Asiatoday
August 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Wabah Corona, Kedutaan Besar Indonesia di Seoul Ditutup 

Upaya penanggulangan wabah virus corona di Seoul, Korea Selatan. ist

ASIATODAY.ID, SEOUL – Pemerintah Korea Selatan mendesak seluruh warganya untuk tinggal di rumah dan membatasi perjalanan.

Seruan ini dikeluarkan setelah negeri itu selama 4 hari berturut-turut mencatat peningkatan tiga digit kasus Covid-19.

Pemerintah telah mempersiapkan hari libur khusus dengan harapan dapat memacu konsumsi domestik pada Senin, (17/8/2020).

RelatedPosts

Indonesia Cuts Costs for Aviation and Petrochemicals

Bangladesh President Resigns Amid Political Transition

Indonesia, Türkiye Launch New Labor Partnership Through 2026–2027 Action Plan

Namun, Menteri Kesehatan, Park Neung-hoo, mendesak warga untuk tinggal di rumah karena infeksi di wilayah ibu kota meningkat. Bagi penduduk di Seoul dan provinsi Gyeonggi yang berdekatan untuk menghindari mengunjungi daerah lain selama dua pekan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) mengumumkan, 197 kasus baru, membuat total menjadi 15.515, termasuk 305 kematian. Sebanyak 279 kasus baru yang dilaporkan pada Minggu (16/8) adalah lompatan satu hari terbesar Korea Selatan sejak awal Mei.

Melansir AP, KCDC mengatakan 167 kasus baru berasal dari wilayah ibu kota yang lebih besar, tempat sekitar setengah dari 51 juta orang Korea Selatan tinggal. Petugas kesehatan telah berjuang untuk melacak infeksi, tetapi gereja telah muncul sebagai sumber utama.

Lebih dari 300 telah dikaitkan dengan sebuah gereja utara Seoul yang dipimpin oleh seorang pendeta konservatif yang telah sering memimpin protes anti-pemerintah terhadap Presiden Moon Jae-in.

Salah satu unjuk rasa yang dihadiri oleh ribuan demonstran di pusat kota Seoul terjadi pada akhir pekan, meskipun ada permohonan resmi untuk tetap di rumah.

Pemerintah mengajukan tuntutan terhadap pemimpin kelompok agama itu, Jun Kwang-hun, karena diduga mengganggu upaya menahan penyebaran virus.

Dia dilaporkan memberi informasi secara tidak benar dan tidak menyarankan untuk menjalani tes kepada anggota gereja. Petugas kesehatan sejauh ini telah menguji 2.000 anggota gereja dan berencana untuk menguji 2.000 lagi. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19Korea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • ASEAN Rebuilds Regional Security Framework Amid Rising Global Tensions
  • Indonesia Cuts Costs for Aviation and Petrochemicals
  • Indonesia’s Blue Economy Drive Protects Ocean Biodiversity
  • Indonesia’s Ocean Energy Breakthrough Begins in Nusa Penida
  • Indonesia’s Cocoa Rise Reshapes Asia’s Chocolate Supply Chain
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.