• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Infeksi Covid-19 Melonjak, Korsel Desak Warga Tinggal di Rumah

by Redaksi Asiatoday
August 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Wabah Corona, Kedutaan Besar Indonesia di Seoul Ditutup 

Upaya penanggulangan wabah virus corona di Seoul, Korea Selatan. ist

ASIATODAY.ID, SEOUL – Pemerintah Korea Selatan mendesak seluruh warganya untuk tinggal di rumah dan membatasi perjalanan.

Seruan ini dikeluarkan setelah negeri itu selama 4 hari berturut-turut mencatat peningkatan tiga digit kasus Covid-19.

Pemerintah telah mempersiapkan hari libur khusus dengan harapan dapat memacu konsumsi domestik pada Senin, (17/8/2020).

RelatedPosts

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

Namun, Menteri Kesehatan, Park Neung-hoo, mendesak warga untuk tinggal di rumah karena infeksi di wilayah ibu kota meningkat. Bagi penduduk di Seoul dan provinsi Gyeonggi yang berdekatan untuk menghindari mengunjungi daerah lain selama dua pekan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) mengumumkan, 197 kasus baru, membuat total menjadi 15.515, termasuk 305 kematian. Sebanyak 279 kasus baru yang dilaporkan pada Minggu (16/8) adalah lompatan satu hari terbesar Korea Selatan sejak awal Mei.

Melansir AP, KCDC mengatakan 167 kasus baru berasal dari wilayah ibu kota yang lebih besar, tempat sekitar setengah dari 51 juta orang Korea Selatan tinggal. Petugas kesehatan telah berjuang untuk melacak infeksi, tetapi gereja telah muncul sebagai sumber utama.

Lebih dari 300 telah dikaitkan dengan sebuah gereja utara Seoul yang dipimpin oleh seorang pendeta konservatif yang telah sering memimpin protes anti-pemerintah terhadap Presiden Moon Jae-in.

Salah satu unjuk rasa yang dihadiri oleh ribuan demonstran di pusat kota Seoul terjadi pada akhir pekan, meskipun ada permohonan resmi untuk tetap di rumah.

Pemerintah mengajukan tuntutan terhadap pemimpin kelompok agama itu, Jun Kwang-hun, karena diduga mengganggu upaya menahan penyebaran virus.

Dia dilaporkan memberi informasi secara tidak benar dan tidak menyarankan untuk menjalani tes kepada anggota gereja. Petugas kesehatan sejauh ini telah menguji 2.000 anggota gereja dan berencana untuk menguji 2.000 lagi. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19Korea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.