• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Penerapan Ganjil Genap di Jakarta Bisa Tekan Emisi Karbon Hingga 20,3 Persen

by Redaksi Asiatoday
August 7, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penerapan Ganjil Genap di Jakarta Bisa Tekan Emisi Karbon Hingga 20,3 Persen

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Implementasi program ganjil genap nomor kendaraan roda dua maupun roda empat yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipandang akan sangat efektif menurunkan polusi udara di Jakarta.

Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, berkaca dari penerapan ganjil genap selama gelaran Asian Games 2018 lalu, ternyata sangat berdampak pada kualitas udara di DKI Jakarta yang mengalami penurunan karbon (CO2) rata-rata sebesar 20,30 persen pada koridor jalan arteri yang diimplementasikan ganjil genap.

“Data-data tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan ganjil genap cukup efektif menjadi solusi mengurangi kemacetan dan tentunya akan berdampak pula pada pengurangan polusi udara,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (7/8/2019).

RelatedPosts

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Indonesia Seeks Global Investment to Transform National Park Conservation

The Hidden Cost of Indonesia’s Nickel Boom: Deaths, Pollution, and Rights Violations

Bambang menilai pengalaman implementasi kebijakan ganjil genap saat Asian Games 2018 bisa menjadi contoh dalam mengurai kemacetan dan mengurangi polusi udara.

Dia juga mengingatkan alternatif angkutan massal bagi masyarakat di DKI Jakarta telah bertambah menyusul beroperasinya moda raya terpadu atau MRT lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

“Semestinya kehadiran layanan MRT dapat menjadi titik tolak transformasi gaya hidup masyarakat dalam bertransportasi,” imbuh Bambang.

Bambang menilai, perluasan ganjil genap nomor kendaraan di DKI Jakarta merupakan salah satu solusi jangka pendek mengurangi kemacetan dan polusi udara di Ibu Kota.

Karena itu, Bambang meminta dukungan masyarakat terkait dengan rencana perluasan ganjil genap yang tengah dikaji oleh Pemprov DKI Jakarta.

Dia menekankan perluasan ganjil genap merupakan salah satu langkah yang saat ini memungkinkan untuk segera dilakukan dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara.

“Kebijakan lain seperti Electronic Road Pricing (ERP) di ruas jalan tertentu yang juga untuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor, itu juga membutuhkan proses yang tidak sebentar. Padahal, persoalan kemacetan dan polusi udara merupakan masalah yang harus ditangani saat ini,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Climate CrisisClimate EmergencyKarbonPolusi Jakarta
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.